Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepanikan Sosial Akibat Munculnya Covid-19 Purba, Ririn
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Babes Litbang Yankessos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v19i2.2082

Abstract

Artikel ini membahas tentang kepanikan yang diakibatkan Covid-19 khususnya di Indonesia. Permasalahan terjadi akibat kurangnya sosialisasi dan edukasi mengenai Covid-19. Bagaimana pembentukan kepanikan moral yang terjadi di masyarakat saat ini?; Bagaimana media mereproduksi sebuah berita yang justru menjadi sumber kepanikan di masyarakat?; Bagaimana cara melakukan penyuluhan sosial yang baik dan bisa cepat sampai ke masyarakat? Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui penyebab kepanikan moral dan proses yang terjadi akibat dari penyebaran berita melalui media internet dan televisi serta mengetahui cara yang tepat dan cepat untuk melakukan penyuluhan sosial dalam meredam kepanikan di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan tehnik wawancara serta observasi partisipan dimana selain penulis memperhatikan kepanikan tersebut juga menjadi salah satu orang yang ikut merasakan kejadian di masyarakat dan di jejaring online. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media komunikasi menjadi salah satu sumber dari kepanikan itu sendiri dan perlunya melakukan penyuluhan sosial yang tepat dan cepat untuk meredam kepanikan. Rekomendasi hasil kajian ini ditujukan ke BP3S dalam hal ini kepada Puspensos yang berada di bawah Kementerian Sosial RI agar responsif dalam melihat situasi penggunaan media sehingga dapat melakukan penyuluhan dan mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi kepanikan sosial yang lebih besar.
PREKARIAT INTELEKTUAL: FENOMENA PREKARIAT TENAGA AKADEMIK DI UNIVERSITAS Purba, Ririn
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 10 No. 1 (2025): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2sh.v10i1.3396

Abstract

Di era neoliberal, precariat intelektual semakin marak terjadi. Tulisan ini mencoba melihat apa yang membuat para tenaga akademik ini menjadi kaum precariat, dan bagaimana cara menavigasikan kerentanan yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan seperti apa sebenarnya kehidupan yang harus dijalani oleh para precariat pekerja akademik. Data dalam tulisan ini berasal dari temuan awal lapangan studi etnografi, dan didasarkan pada teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan wawancara sambil lalu. Untuk menjaga keamanan peneliti dan informan, penelitian ini menggunakan anonimitas ganda. Hasil temuan menunjukkan bahwa jenis SK yang dimiliki oleh para tenaga akademik sangat berpengaruh terhadap klaim akses mereka. Selain itu, gaji yang didapatkan juga rendah, dan fluktuatif sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka. Cara bernavigasi dalam kehidupan pekerjaan dilakukan dengan side hustle. Institusi dan kebijakan dapat membantu mereka agar keluar dari kelas precariat, namun kedua hal tersebut juga dapat menjadi penyebab status precariat intelektual yang mereka jalani.
Kontestasi Politik Suku Batak Toba: Pemilihan Kepala Desa di Desa Pala Pulu Tahun 2023 Purba, Ririn
Inovasi Vol 22 No 1 (2025): INOVASI Jurnal Politik dan Kebijakan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33626/inovasi.v22i1.871

Abstract

The Batak Toba ethnic group in Pala Pulu Village serves as the focal point of this study due to its deep-rooted cultural and social capital dynamics. Political brokers play a crucial role as mediators between candidates and the community. While brokers are often perceived as being driven solely by material interests, this is not always the case. Thus, how do brokers interact with electoral processes among the Batak people in their homeland? This study aims to illustrate the complexity of brokers' involvement in securing electoral victories. Using a descriptive qualitative approach, the findings indicate that Putnam's (1993) concept of social capital remains essential for garnering votes. Clan affiliations function as social networks, and trust cultivated over time serves as a significant asset in the village head election contestation among the Batak Toba people in Pala Pulu Village. Meanwhile, money politics still exists but is no longer a dominant or alarming factor, as public awareness and knowledge have significantly improved. In practice, brokers continue to be involved in village politics. However, in Pala Pulu Village, brokers now act as assemblers—constructing networks of new brokers for broader political contestations. This phenomenon is closely linked to the upcoming regional elections in 2024.  Keywords: village head election, the batak toba, political contestation, political broker, electoral strategy