Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling analisis transaksional terhadap kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian eksperimen Subyek Tunggal (Single Subject Design). Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas X IPS II. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kemandirian belajar siswa dan dianalis dengan menggunakan data kuantitatif berupa angka-angka yang diolah menggunakan statistik sederhana dan data kualitatif dideskripsikan dan diolah menggunakan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kondisi awal siswa sebelum diberikan konseling individual yang diperoleh menggunakan angket kemandirian belajar dengan total skor 41 yang termasuk pada kategori rendah. Berdasarkan katakteristik kemandirian siswa, yaitu: (1) Klien sering menunda mengerjakan pekerjaan rumah (PR) atau tugas dan hanya belajar ketika akan menghadapi ulangan. (2) Klien tidak memiliki target nilai setiap ulangan mata pelajaran tertentu dan pada mata pelajaran yang disenangi. (3) Klien sering mengobrol dengan teman sebangku apabila guru sedang menerangkan. (4) Klien jarang membaca buku serta tidak terbiasa mengamati dan menyimpulkan segala hal yang ditemukan sehari-hari. (5) Klien jarang mencoba memecahkan kembali soal-soal ulangan atau tugas yang sudah diberikan guru dan tidak berusaha untuk mengkajinya kembali. Pada fase intervensi setelah siswa diberikan treatment layanan konseling individual diperoleh total skor sebesar 55 yang termasuk pada kategori sedang. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling individual dengan teknik Analisis Transaksional efektif untuk mengatasi masalah kemandirian belajar siswa
Copyrights © 2020