Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematik peserta didik dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada pelajaran Matematika materi Persamaan Linear Satu Variabel Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan deskriptif yang bersifat developmental, penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian tindakan (action reserch) yang berbasis kelas. Subyek Penelitian adalah siswa kelas 7C SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya dengan jumlah total 36 orang siswa. Penerapan model Problem Base Learning telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman peserta didik. 1) Keefektifan tersebut terlihat dengan meningkatnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran. Pada siklus I dari 36 peserta didik persentase peserta didik yang dikategorikan baik sebesar 27,78%, untuk peserta didik yang dikategorikan cukup dalam pembelajaran di kelas sebesar 55,55%Sedangkan untuk peserta didik yang dikategorikan kurang sebesar 16,67%.Jumlah keaktifan peserta didik dinilai cukup, hal ini karena jumlah peserta didik yang dikategorikan kurang hanya 16,67%. Pada siklus II persentase peserta didik yang aktif dinilai lebih tinggi. Hal ini terlihat dari persentase peserta didik yang aktif sebanyak 77,78%, untuk persentase peserta didik yang cukup aktif sebanyak 22,22%, dan tidak ada peserta didik yang kurang aktif.2) Proses peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Base Learning berpengaruh pada peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik. Pada pra PTK rata-rata hasil belajar peserta didik hanya sebesar 64,44, pada siklus I meningkat menjadi 78,31, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 82,05.3) Besarnya peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik melalui penerapan model Problem Base Learning diketahui dari peningkatan nilai ketuntasan belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada siklus I lebih baik atau ada peningkatan bila dibandingkan dengan hasil belajar peserta didik pada pra siklus. Pada pra siklus ketuntasan peserta didik hanya 22,22%, melalui tindakan siklus I meningkat menjadi 55,56%, dan pada siklus II mengalami peningkatan lagi menjadi 100.00% peserta didik sudah mencapai ketuntasan.
Copyrights © 2020