Sistem bahasa dalam film menyiratkan suatu bentuk kebudayaan implisit yang terwujud dalam tanda tertulis, lisan atau gambar dan sekaligus beroperasi penting dalam memaknai, memproduksi dan mengubah makna yang tidak lepas dari stereotip dan ideologi. Sehingga memungkinkan terjadinya stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas sebagai kelompok minoritas. Penelitian ini berusaha melihat wacana penyandang disabilitas yang dibangun dalam film Dancing In The Rain dengan metode penelitian analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi, yakni: teks, discourse practice dan sociocultural practice. Berlandaskan tiga implikasi praktik sosial yang telah dikembangkan oleh Norman Fairclough bahwa; wacana merupakan bagian dari masyarakat, wacana merupakan proses sosial, dan wacana berproses sesuai dengan yang dikondisikan dalam masyarakat. Penelitian ini akan menganalisis dialog yang diartikulasikan antar tokoh, proses produksi teks berdasarkan wawancara dengan penulis skenario, dan kondisi di luar teks yang berhubungan dengan masyarakat atau budaya terhadap penyandang disabilitas.
Copyrights © 2020