Tatkala dunia diterpa oleh berbagai kekerasan yang mengakibatkan rentetan tragedi dan penderitaan, Paus Fransiskus menetapkan Yubileum Luar Biasa Kerahiman. Paus yakin, bahwa kekerasan hanya dapat diretas bila manusia menjadikan belas kasih sebagai spirit dan landasan hidup, dalam berpikir maupun bertindak. Masa depan yang lebih baik, damai dan bersaudara dapat dicapai bila manusia belajar hidup menurut citranya yang sejati, yakni Allah, yang telah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Citra Allah tidak lain adalah belas kasih. Seruan untuk berbelas kasih seperti Bapa merupakan ajakan untuk menghidupi jati diri manusia seperti tatkala ia diciptakan. Oleh dosa, manusia kehilangan gambaran diri Allah dalam dirinya. Yesus datang dan menjadi manusia untuk memulihkan citra manusia dan mewujudkan belas kasih Allah. Umat beriman, dengan bercermin pada Yesus dan merenungkan Injil, diajak menjadi insan yang berberlas kasih dan murah hati, sebagaimana tertuang dalam motto yubileum luar biasa ini, yakni Misericordes sicut Pater.
Copyrights © 2016