Dalam Gereja Katolik, keberadaan dan peran kaum tertahbis (diakon, imam, uskup) termasuk sesuatu yang sangat essensial dan fundamental. Pemahaman akan eksistensi dan hakikat imamat khusus ini mesti didasarkan pada Kitab Suci, khususnya Perjanjian Baru dalam konteks pelayanan terhadap komunitas Kristen dan karya missioner Gereja yang begitu pesat. Para Bapa Apostolik mulai merefleksikan pendekatan tipologis atas imamat Perjanjian Lama untuk berbicara tentang imamat pelayan Perjanjian Baru. Konsep imamat kaum tertahbis pun semakin bercorak hirarkis. Para Bapa Gereja (Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan) mengajak kaum tertahbis, sebagai alter Christus, untuk menghayati imamat Kristus yang tunggal dan lestari.
Copyrights © 2021