Pandemi Covid-19 menimbulkan efek di semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Demi menekan penularan virus Corona baru, proses pendidikan pun dilakukan dengan cara pembelajaran daring, termasuk perkuliahan di Perguruan Tinggi. Selain mengalami banyak hambatan teknis, perkuliahan daring berdampak pada metode pembelajaran dan bahkan dampak lain yang lebih luas. Seperti apa yang terjadi di Yogyakarta yang mengandalkan pergerakan ekonomi daerah dari sektor pendidikan tinggi khususnya belanja mahasiswa pendatang. Dilema antara urgensi penerapan kembali perkuliahan luring untuk mendukung pemulihan ekonomi atau pengutamaan kesehatan masyarakat menjadi isu yang mengemuka di dalam pemberitaan media lokal. Artikel ini memaparkan bagaimana koran lokal terbesar di Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat, membingkai perkuliahan daring di masa pandemi Covid-19 dalam pemberitaannya. Kedaulatan Rakyat membangun framing perkuliahan daring sebagai salah satu penyebab perlambatan ekonomi daerah. Pemberitaan koran tersebut memuat narasi yang advokatif supaya kampus-kampus di Yogyakarta segera membuka kembali perkuliahan tatap muka sebagai solusi atas stagnasi ekonomi daerah.
Copyrights © 2021