Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia


NARASI CITRA PEREMPUAN DALAM CERPEN “RACUN UNTUK TUAN” KARYA IKSAKA BANU: KAJIAN FEMINISME POSKOLONIAL

Yacub Fahmilda (Unknown)
Tiaraizza Cempaka Putri (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2021

Abstract

Isu perempuan di negara bekas jajahan tidak pernah bisa berhenti didiskusikan. Narasi perempuan sebagai subjek selalu bergeser tergantung pada narator dalam teks-teks yang menarasikannya. Narasi pada teks-teks mengonstruksi identitas perempuan apalagi menjadi media untuk menyuarakan sudut pandangnya terhadap praktik kolonialisme. Tokoh perempuan dalam “Racun untuk Tuan” (RUT) dan pengarang sebagai narator yang tidak pernah merasakan penjajahan sekaligus bertemu dengan sosok nyai selama kolonialisme berlangsung dimungkinkan memiliki kesan serta imajinasi yang berbeda. Cerpen RUT terbitan tahun 2010 merupakan hasil generasi pembaca buku sejarah dan pewaris traumatis bangsa jajahan. Hal dilematik tersebut menjadi diskusi utama dalam tulisan ini dengan menganalisis teks RUT sebagai representasi teks yang telah merekonstruksi kisah kolonialisme dan citra perempuan. Berdasar beberapa hal tersebut, tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana citra perempuan dinarasikan oleh pengarang dalam RUT. Untuk mengurai diskusi tersebut, penelitian ini mengunakan metode deskriptif-analitis. Data pada penelitian ini berupa kutipan-kutipan RUT yang menggambarkan posisi pengarang, tokoh Belanda, dan tokoh nyai. Kumpulan kutipan tersebut dianalisis melalui teori feminisme poskolonial untuk melihat bagaimana pengarang melalui tokoh Belanda menarasikan perempuan dalam cerpen. Hasil penelitian ini diungkapkan bahwa pengarang yang tidak mengalami praktik penjajahan dan bertemu dengan tokoh nyai mampu menyuarakan pandangannya melalui cerpen. Tokoh Belanda dipinjam oleh pengarang sebagai narator untuk mendeskripsikan identintas tokoh nyai. Pengarang memosisikan diri sebagai tokoh Belanda untuk menyuarakan apa yang dimungkinkan para pegawai Belanda alami selama kolonialisme. Dengan demikian, pengarang di negara bekas jajahan mampu merekonstruksi kisah dan citra perempuan selama kolonialisme melalui pembacaan buku sejarah dan perenungan ke bentuk cerpen.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

salaka

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia adalah jurnal bahasa, sastra, dan budaya Indonesia yang memuat makalah, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian bahasa, sastra, dan budaya dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa. Jurnal ...