Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penerapan konsep teacherpreneur bidang studi keahlian teknik otomotif baik teknik kendaraan ringan maupun teknik sepeda motor sebagai upaya pengembangan sikap profesional guru pada bidang studi keahlian teknik otomotif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan partisipan adalah guru SMK (produktif) anggota Musyawarah Gutu Mata Pelajaran (MGMP) bidang studi keahlian teknik Otomotif di kota Semarang. Data diambil dan dikumpulkan dengan wawancara mendalam (interview indeph) kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Konsep teacherpreneur yang diterapkan pada penelitian ini meliputi 3 kategori yaitu kategori akademik, ekonomi dan sosial dengan indikator karya inovatif, perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran, media, buku, research, pembimbingan peserta didik berprestasi dan keaktifan dalam organisasi profesi guru. Hasil research ini mengungkapkan bahwa: (1) Penerapan konsep teacherpreneur pada kategori akademik dan ekonomi melaju secara linier yaitu semakin mudahnya implementasi konsep teacherpreneur pada kategori akademik maka mudah pula mengimplementasikan konsep teacherpreneur pada kategori ekonomi dan sebaliknya semakin sulitnya implementasi konsep teacherpreneur pada kategori akademik maka semakin sulit pula mengimplementasikan konsep teacherpreneur pada kategori ekonomi, (2) Penerapan konsep teacherpreneur dalam kategori sosial dengan indikator keaktifan terhadap organisasi profesi mempunyai korelasi terhadap motivasi internal, dan (3) lemahnya kemauan internal diakibatkan oleh minimnya pengetahuan tentang kemanfaat dalam keaktifan terhadap organisasi profesi dan sosial masyarakat. . Kata kunci : Konsep teacherpreuneur, Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Copyrights © 2020