Perkembangan teknologi yang cepat melahirkan kultur akses media yang baru di era digital, seperti praktik streaming dan download film/ video. Akses online ini tidak hanya masif melalui platform-platform legal, tetapi juga platform ilegal seperti situs-situs bajakan, serta sirkulasi film melalui warung internet (warnet) di Yogyakarta. Implikasi perkembangan ini meninggalkan kultur sirkulasi yang masif hingga satu dekade lalu, yakni peredaran film melalui keping VCD/ DVD. Sirkulasi dalam keping VCD/ DVD ini sempat masif ditemui di rental persewaan VCD/ DVD, yang praktiknya identik dengan pembajakan digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif, riset ini mencatat jejak praktik sirkulasi sinema atau peredaran film dalam rental persewaan VCD/ DVD di Yogyakarta, sebagai cara membaca akar perkembangan pembajakan dan sirkulasi media di era digital. Riset ini menemukan bagaimana praktik sirkulasi sinema dalam rental persewaan VCD/ DVD merupakan akar dari kultur media baru yang berlangsung hingga kini, yakni kultur sirkulasi sinema yang identik dengan pembajakan digital.
Copyrights © 2021