Menurut Data Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2018, kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang mempunyai prevalensi cukup tinggi dan penyebab utama kedua mortalitas di seluruh dunia sebesar 11,6% atau 2.089 juta jiwa dan morbiditas menempati urutan ke-5 sebesar 6,6% atau 627.000 juta jiwa. Di Indonesia, angka mortalitas kanker payudara menempati peringkat pertama sebesar 16,7% atau 58.256 juta jiwa dan angka morbiditas sebesar 11% atau 22.692 juta jiwa. Periksa Payudara Sendiri (Sadari) adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan kita sendiri dengan belajar mandiri yaitu melihat dan memeriksa perubahan payudaranya sendiri setiap bulan. Pemeriksaan yang dilakukan secara berkala akan membantu mengetahui adanya benjolan atau bahkan masalah lain dari sejak awal walaupun masih berukuran kecil sehingga lebih efektif untuk diobati. Metode survei, pre-test, dan post test telah diterapkan sebagai upaya promosi Sadari ke ibu-ibu PKK Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Sumedang. Masyarakat Desa Sayang dikatakan cukup tahu mengenai kanker payudara (68%), namun kurangnya informasi tentang pencegahan dini mengakibatkan kesadaran terhadap informasi kesehatan termasuk tentang pencegahan kanker payudara menjadi kurang (58,82 %). Hasil post test menunjukkan bahwa program promosi preventif Sadari meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga disimpulkan bahwa masyarakat Desa Sayang perlu diberikan promosi secara berkala agar pengetahuan dan kesadaran meningkat dalam mencegah kanker payudara.
Copyrights © 2021