Saat ini dibeberapa negara telah mulai dikembangkan produk pembayaran elektronik yang dikenal sebagai Electronic Money (e-money) begitu pun dengan Negara Indonesia. Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau merupakan salah satunya yang menerapkan pembayaran menggunakan e-money. Namun dalam pengimplementasian program tersebut masih banyak masyarakat yang mengeluh dengan adanya e-money ini, terutama bagi yang telah memiliki kartu e-money. Banyak masyarakat yang mengeluhkan terjadinya kemacetan yang timbul akibat harus menunggu antrian Panjang dikarenakan sistem yang berjalan masih menggunakan manusia (petugas parkir) dalam transaksi, tidak adanya pemberitahuan akan saldo yang tersisa atau bahkan sudah kosong pada e-money, dan juga dikarenakannya sistem e-money yang masih berbentuk kartu mengakibatkan rusak atau bahkan hilang sewaktu-waktu. Untuk mengetahui masalah tersebut penulis akan melakukan analisis menggunakan DeLone and McLean IS Success Model, dimana data dikumpulkan dari responden (masyarakat) yang menggunakan e-money dalam pembayaran parkir mobil atau motor melalui pengambilan data dengan menyebarkan kuesioner berdasarkan 6 variabel pada DeLone and McLean IS Success Model di Bandara SSK II Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan implementasi dari sebuah sistem informasi e-money di bandara SSK II Pekanbaru.Dengan adanya penelitian ini memperlihatkan bagaimana sistem e-money dapat dianalisa dengan cukup baik yang ada di bandar udara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahawa kualitas informasi sangat berpengaruh terhadap kepuasan pengguna dan penggunaan terhadapat sistem itu sendiri.
Copyrights © 2020