Islam adalah agama damai dan yang senantiasa mengajarkan kasih sayang dan mengajarkan kebaikan dalam menjalani kehidupan. Perbedaan pendapat merupakan suatu hal biasa dalam ranah islam moderat karena didasari pada hukum dan pemikiran yang majemuk. Akan tetapi, mengkomunikasikan hukum dan pemikiran yang majemuk di era new media memiliki tantangan sendiri, karena pesan yang disampaikan di tidak selalu dimaknai sama oleh penerima pesan. Karena komunikasi islam intoleran berkembang pesat di new media dengan cara perdebatan dalam mendasari hukum dan pemikiran yang tunggal. Analisis Framing sebagai pembuka komunikasi antara konten narasi dan realitas dalam new media. Komunikasi islam moderat di new media dalam “pemberitaan” masih banyak tidak bersandar pada pemberitaan jurnalisme damai yang berakibat pada sebuah perpecahan dalam komunikasi dan perdebatan yang tidak mengarah pada subtansi keislaman, ini juga di perkuat dengan konten-konten pembangunan opini publik yang bertentangan dengan islam yang mengajarkan kedamaian seperti ceramah dengan marah-marah, memberikan hukum seoalah-olah di masa perang dan islam merasa di diskriminasi.
Copyrights © 2020