M Alvin Fatikh
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CITRA KOMUNIKASI POLITIK JOKOWI DI MEDIA SOSIAL PASCA VIRAL HASHTAG #2019GANTIPRESIDEN M Alvin Fatikh
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 4 No 1 (2019): Dakwah Islam
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.1234/altsiq.v4i1.229

Abstract

Menjelang pemilu Presiden 2019 media sosial Instagram banyak mewarnai pecitraan melalui kegiatan yang sudah di persiapkan sejak lama. Proses pencitraan di mata khalayak pemilih yang bersifat positif di mainkan sejak lama agar mengenang di benak masyarakat. Hal ini juga dilakukan oleh Jokowi yang menjadi petahana dalam pemilu 2019, Jokowi menjelang Pilpres 2019 mendapat perlawanan dengan munculnya kelompok #2019gantipresiden yang ramai berkembang di media sosial, dengan menggunakan teori dramaturgi oleh Erving Goffman dan menggunakan kerangka kerja Hermeneutika untuk menggali makna teks yang ada. Artikel ini menganalisa panggung depan (front stage) dan panggung belakang (backstage) serta mengalisa makna teks yang dilakukan oleh akun @jokowi. Dari hasil analisis dapat terlihat bahwa Jokowi melakakukan pencitraan dalam komunikasi politiknya dengan menguatkan identitas gaya komunikasi kesetaraan (equalitarian), menonjolkan kemeja putih dengan lengan terlipat, memakai analogi film Infinity War dalam berbicara di forum ekonomi dunia dan keberhasilan membuka lapangan pekerjaan untuk mendapatkan nilai positif di masyarakat dan cenderung menutupi isu-isu yang di mainkan oleh kelompok #2019gantipresiden dengan postingan keberhasilan kerja nyata.
TANTANGAN KOMUNIKASI ISLAM MODERAT DI ERA NEW MEDIA M Alvin Fatikh
Al-Tsiqoh : Jurnal Ekonomi dan Dakwah Islam Vol 5 No 2 (2020): Dakwah Islam dan Komunikasi
Publisher : Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/altsiq.v5i2.1004

Abstract

Islam adalah agama damai dan yang senantiasa mengajarkan kasih sayang dan mengajarkan kebaikan dalam menjalani kehidupan. Perbedaan pendapat merupakan suatu hal biasa dalam ranah islam moderat karena didasari pada hukum dan pemikiran yang majemuk. Akan tetapi, mengkomunikasikan hukum dan pemikiran yang majemuk di era new media memiliki tantangan sendiri, karena pesan yang disampaikan di tidak selalu dimaknai sama oleh penerima pesan. Karena komunikasi islam intoleran berkembang pesat di new media dengan cara perdebatan dalam mendasari hukum dan pemikiran yang tunggal. Analisis Framing sebagai pembuka komunikasi antara konten narasi dan realitas dalam new media. Komunikasi islam moderat di new media dalam “pemberitaan” masih banyak tidak bersandar pada pemberitaan jurnalisme damai yang berakibat pada sebuah perpecahan dalam komunikasi dan perdebatan yang tidak mengarah pada subtansi keislaman, ini juga di perkuat dengan konten-konten pembangunan opini publik yang bertentangan dengan islam yang mengajarkan kedamaian seperti ceramah dengan marah-marah, memberikan hukum seoalah-olah di masa perang dan islam merasa di diskriminasi.