Kebudayaan merupakan ide, gagasan dan pikiran manusia yang dapat diwujudkan dalam suatu karya. Sebagai salah satu ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia, arkeologi menggunakan berbagai pendekatan untuk mengkaji sebuah kasus, salah satunya budaya sebagai system kognitif. Penulis mencoba mengkaji tinggalan arkeologis berupa panil dan medallion di Masjid Mantingan Jepara menggunakan pendekatan budaya sebagai system kognitif yang selanjutnya disebut sebagai arkeologi kognitif. Masjid Mantingan Jepara terletak di Desa Mantingan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Di Masjid ini terdapat hiasan seni kriya berupa panil dan medallion yang menunjukkan adanya akulturasi budaya masa Hindu-Budha, budaya Islam dan pengaruh dari luar (cina). Ketika Islam mulai masuk dan berkembang di Nusantara, para seniman pada masa itu, tidak serta merta menghilangkan hasil karya terdahulu (Hindu Budha) melainkan memodifikasi hingga mengakuluturasikannya dengan budaya Islam. Hal ini menunjukkan adaya hasil pemikiran-pemikiran (koginitif) yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, agama beserta penggambaran kondisi alam sekitarnya sehingga tercipta hasil karya yang luhur. . Kata kunci : Arkeologi kognitif, Masjid Mantingan, seni kriya, panil dan medallion
Copyrights © 2020