Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS TINGGALAN ARKEOLOGI KELURAHAN LEGOK KOTA JAMBI TAHAP II Nainunis Aulia Izza; Ari Mukti Wardoyo Adi; Nugrahadi Mahanani; Wulan Resiyani; Amor Seta Gilang Pratama
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v4i1.2359

Abstract

This program is a continuation of the activities in the previous year. The newest batik motifs were inspired by ornaments and archaeological remains from the Situs Candi Solok Sipin. In 2020, batik tulis, the Makara Ekikarana motif has been produced. In 2021, the team try to make batik cap inspired by the Yaksa figure on the Makara and Stupa from the Situs Candi Solok Sipin. The batik cap is related to the purpose of preparing products at affordable prices, it's hoping that the batik is marketed more broadly. In addition, this new motif can also enrich the batik repertoire at the Rumah Batik Kelurahan Legok. The method is held in stages; the first stage is the preparation. During the preparation stage, we make motif design and make coordination with the Kelurahan Legok dan Rumah Batik. After the batik cap motif is ready, the next step is to make a stamp. After the preparation stage was completed, the next step is to produce a batik cap in 3 (three) days. On the last day, we make a product launch, the products are ready to be marketed. The results achieved include the creation of the Yaksa Stupa motif which is applied to cloth and masks.
Seni Kriya Batu Panil dan Medalion yang Distirilisasi di Masjid Mantingan Jepara : Tinjauan Arkeologi Kognitif Wulan Resiyani
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.518 KB) | DOI: 10.22437/titian.v4i2.11336

Abstract

Kebudayaan merupakan ide, gagasan dan pikiran manusia yang dapat diwujudkan dalam suatu karya. Sebagai salah satu ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia, arkeologi menggunakan berbagai pendekatan untuk mengkaji sebuah kasus, salah satunya budaya sebagai system kognitif. Penulis mencoba mengkaji tinggalan arkeologis berupa panil dan medallion di Masjid Mantingan Jepara menggunakan pendekatan budaya sebagai system kognitif yang selanjutnya disebut sebagai arkeologi kognitif. Masjid Mantingan Jepara terletak di Desa Mantingan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Di Masjid ini terdapat hiasan seni kriya berupa panil dan medallion yang menunjukkan adanya akulturasi budaya masa Hindu-Budha, budaya Islam dan pengaruh dari luar (cina). Ketika Islam mulai masuk dan berkembang di Nusantara, para seniman pada masa itu, tidak serta merta menghilangkan hasil karya terdahulu (Hindu Budha) melainkan memodifikasi hingga mengakuluturasikannya dengan budaya Islam. Hal ini menunjukkan adaya hasil pemikiran-pemikiran (koginitif) yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, agama beserta penggambaran kondisi alam sekitarnya sehingga tercipta hasil karya yang luhur. . Kata kunci : Arkeologi kognitif, Masjid Mantingan, seni kriya, panil dan medallion
The Civilization of Batanghari River: The Relationship between Dharmasraya Temple and Muarajambi Ancient Malay Period in Religious Perspective Asyhadi Mufsi Sadzali; Wulan Resiyani; Yundi Fitrah
Proceeding International Conference on Malay Identity Vol. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.635 KB)

Abstract

Abstract: Throughout the course of human civilization since prehistoric times, rivers have been the main determinant in choosing residential locations, including the Batanghari River area. Archaeological research data showed that the distribution of ancient settlements follows the pattern of the Batanghari watershed from upstream to downstream to the estuary. In the upstream area there is the Dharmasraya temple area, and in the downstream there is the Muarajambi temple area, both of which became the center of ancient Malay civilization between the VII and XIV centuries AD. This phenomenon raised a fundamental question, whether the two were related or connected, especially related to religion or religious background? This question was answered by a qualitative research method with a social archeology approach with stages of data collection, data analysis, and data interpretation. The theory of " Entanglemen of humans and things " states by Ian Hodder (2011) is used as a conceptual basis in the analysis and interpretation stage, which then result in the assumption that there was a religious relationship between the Dhamasraya temple in the upstream and the Muarajambi temple in the downstream, both of which were set in Mahayana Tantrayana Buddhism. There were also differences, upstream religion was in the form of tantrayana a widya or left-wing, while downstream was tantrayana widya or right-wing. The similarities and differences were influenced by its position in the Batanghari watershed area. Keywords: Civilization, Batanghari River, Ancient Malay.
Makna Motif Antropomorfik pada Megalitik di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi: Pendekatan Semiotika Roland Barthes As’ad, Havidz Al; Resiyani, Wulan
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 7 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v7i2.29476

Abstract

Cylindrical stones which are the megalithic type, predominate in the Merangin Highlands. The main object of the research is cylindrical stones, which are spread in Renah Kemumu Village, Dusun Tuo, Nilo dingin, and Rantau Suli. This research will focus on being able to find out the forms of motifs and to find out the meaning behind the anthropomorphic motifs found in these megaliths. The research is conducted by collecting, analyzing, and interpreting data, and final conclusions. The method of description, form analysis and classification of megalithic motifs are carried out using the archaeological method and then the meaning method is carried out by Roland Barthes' semiotic approach. Cylindrical stones found in the Merangin highlands have various motifs, but anthropomorphic motifs are the dominating motifs on the megaliths. These motifs are made as components to carry out rituals to their ancestors and as symbols of ancestral figures who have had a strong influence throughout their lives. Abstrak Batu silindris yang merupakan tipe megalitik yang mendominasi di dataran tinggi Merangin. Objek utama didalam penelitian ini yaitu batu, yang mana batu silindris tersebut tersebar di Desa Renah Kemumu, Dusun Tuo, Nilo Dingin, dan Rantau Suli. Adapun penelitian ini berfokus untuk dapat mengetahui bentuk-bentuk motif dan untuk mengetahui makna di balik motif antropomorfik yang terdapat pada megalitik tersebut. Penelitian ini melewati beberapa tahap, yaitu pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan akhir. Metode pendeskripsian, analisis bentuk dan klasifikasi motif-motif pada megalitik dilakukan dengan menggunakan metode arkeologi dan metode pemaknaan dilakukan dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Batu silindris yang berada di dataran tinggi Merangin memiliki motif yang beragam, namun motif antropomorfik merupakan motif yang mendominasi pada megalitik tersebut. Motif-motif ini dibuat sebagai komponen-komponen untuk menjalankan ritual kepada nenek moyang dan sebagai lambang tokoh leluhur yang mempunyai pengaruh kuat semasa hidupnya.
Pembinaan Sanggar Sastra di SD Negeri 76/IX Mendalo Darat Untuk Meningkatkan Kemampuan Apresiasi Sastra dan Kreatifitas Siswa Wulandari, Sovia; Suryani, Irma; Wilyanti, Liza Septa; Triandana, Anggi; Resiyani, Wulan
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 1 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i1.1101

Abstract

Learning about literary appreciation in elementary schools is an important lesson to increase students' creativity. The problem currently faced is that students' lack of interest in writing literature makes students not creative and productive. The problem of students' lack of interest at SD Negeri 76/IX Mendalo Darat in writing literature means that students are unable to take part in various creative writing competitions. One way to overcome this problem is by holding a literary studio at SD Negeri 76 Mendalo Darat as an extracurricular activity. The guidance provided uses methods of socialization, teaching, training and mentoring students in literary appreciation activities. The results obtained from this service activity are that students are skilled in receptive literary appreciation, namely reading literary works and some students are skilled in writing literature, and some are skilled in performing literature, such as telling stories, reading poetry, and playing drama. Literary works written by students are collected in the form of children's poetry anthologies and collections of children's stories.ABSTRAKPembelajaran apresiasi sastra di sekolah dasar merupakan pembelajaran yang penting untuk meningkatkan kreatifitas siswa. Permasalahan yang dihadapi sekarang ini yaitu kurangnya minat siswa dalam menulis sastra membuat siswa tidak kreatif dan produktif. Masalah kurangnya minat siswa SD Negeri 76/IX Mendalo Darat dalam menulis sastra membuat siswa tidak bisa mengikuti berbagai lomba tulisan kreatif. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengadakan pembinaan sanggar sastra di SD Negeri 76 Mendalo Darat sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pembinaan yang diberikan menggunakan metode sosialisasi, pengajaran, pelatihan, dan pembimbingan siswa dalam kegiatan apresiasi sastra. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini ialah siswa terampil dalam apresiasi sastra yang bersifat reseptif yaitu membaca karya sastra dan sebagian siswa terampil dalam menulis sastra, dan sebagian lagi terampil dalam mementaskan sastra, seperti berdongeng, membaca puisi, dan bermain drama. Karya sastra yang telah ditulis oleh siswa dikumpulkan dalam bentuk buku antologi puisi anak dan kumpulan cerita anak.
Implementasi Program Kampus Mengajar Angkatan 5 dan Dampaknya terhadap Kemampuan Literasi Siswa di  SDN 156/IX Muhajirin Jambi Resiyani, Wulan
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/kdf3dy31

Abstract

Kegiatan Kampus Mengajar bertujuan meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui implementasi program kampus mengajar, hambatan yang dihadapi serta dampak program kampus mengajar bagi peningkatan kemampuan literasi siswa SD N 156/ IX Muhajirin Jambi. Program yang dilaksanakan dalam kegiatan Kampus Mengajar 5 di SD N 156/IX Muhajirin meliputi : 1. Klinik Literasi, 2. Membaca 15 Menit Sebelum KBM, 3. Pembelajaran Literasi dengan Bahasa Inggris, 4. Pembelajaran Literasi dengan Permainan Tebak Apakah Aku, 5. Kunjungan Wajib Perpustakaan, 6. Kegiatan Literasi dengan Merangkum Video Pembelajaran, 7. Adaptasi Teknologi dengan AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), 8. .Gerakan Literasi dengan Membuat Pojok Baca. Hambatan yang dihadapi team kampus mengajar yaitu masih minimnya sarana dan prasarana sekolah yaitu fasilitas computer, ruang perpustakaan dan karakter siswa yang tidak memiliki motivasi kuat dalam belajar sehingga kemampuann ya rendah menjadi permasalahan yang terjadi. Implementasi program Kampus Mengajar memberikan dampak positif yaitu peningkatan kemampuan literasi siswa, meningkatna minat baca siswa serta kebiasaan baik yang dibawa siswa hingga ke lingkungan rumah.
Potensi Open Air Museum Di Kawasan Sebarang Kota Jambi Resiyani, Wulan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu Kawasan Sebrang Kota Jambi merupakan wilayah yang merepresentasikan pemukiman tradisional Jambi asli yang masih bertahan hingga saat ini. Ketertarikan peneliti terhadap Kawasan Sebrang Kota Jambi yang memiliki tinggalan historis sezaman yaitu masa Islam serta banyaknya bangunan bersejarah menjadi potensi tersendiri untuk penerapan konsep new museology yaitu konsep open air museum di kawasan tersebut. Open air mseum atau museum terbuka merupakan museum outdoor, yang koleksinya berupa bangunan, fitur, lansekap.Tujuan penelitian meliputi identifikasi tinggalan budaya tangible (nyata) dan intangible di Kawasan Sebrang Kota Jambi, memberikan alternatif pengelolaan Kawasan Sebrang Kota Jambi yaitu konsep open air museum dalam rangka pemanfaatan dan pelestarian tinggalan budaya. Metode penelitian ini meliputi tahap pengumpulan data yaitu data primer dan sekunder/studi pustaka mengenai kawasan Sebrang Kota Jambi, pengolahan data, analisis data dan kesimpulan. Hasil Penelitian yaitu Kawasan Sebrang Kota Jambi berpotensi untuk dijadikan Open Air Museum karena koleksi museum berupa bangunan terletak berdekatan dan memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Langkah langkah penerapan Open Air Museum di Kawasan Sebrang Kota Jambi, meliputi : 1.Penyiapan Lembaga Musuem; 2.Perencanaan museum terdiri dari : aksesibilitas museum, penentuan visi dan misi museum, perekrutan tenaga kerja, pembentukan paguyuban masyarakat, pembuatan program edukasi museum,pembauatan storyline /alur cerita yang menarik di museum, pembuatan strategi pemasaran museuem melalui sosial media dan program museum masuk sekolah, dan melibatakan masyarkat dalam pengelolaan museum/partisipasi masyarakat; 3.Evaluasi dan monitoring oleh lembaga independen.
Potensi Penerapan Open Air Museum di Kawasan Pulau Penyengat Kepulauan Riau dalam Upaya Pengembangan Pariwisata Daerah Resiyani, Wulan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13854

Abstract

Pulau Penyengat, dengan letak geografisnya yang strategis dan nilai sejarah yang kaya, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, dan religi. Potensi ini mendorong penelitian tentang kemungkinan menerapkan konsep Open Air Museum di Pulau Penyengat sebagai langkah pengembangan pariwisata. Penelitian ini tertarik pada beragam tinggalan arkeologi Islam di Pulau Penyengat, yang menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan menjadi museum terbuka. Museum terbuka adalah museum yang berlokasi di ruang terbuka, menghadirkan koleksi berupa bangunan, fitur alam, dan lansekap. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi artefak budaya yang dapat dilihat (tangible) maupun yang tidak (intangible) di Pulau Penyengat, serta menggali potensinya sebagai museum terbuka untuk meningkatkan pariwisata lokal. Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer dan sekunder tentang artefak budaya di Pulau Penyengat, pengolahan data, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Penyengat layak dijadikan Open Air Museum karena kesatuan yang dimiliki oleh artefak budaya di kawasan tersebut. Langkah-langkah implementasi Open Air Museum di Pulau Penyengat termasuk persiapan lembaga pengelola museum, manajemen yang terstruktur meliputi aksesibilitas, visi dan misi, sumber daya manusia, program edukasi, narasi yang menarik, strategi pemasaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan museum. Kolaborasi efektif antara pengelola museum dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke museum tersebut secara signifikan.
Pengembangan Potensi Batik Berbasis Tinggalan Arkeologi di Kelurahan Legok Kota Jambi Izza, Nainunis Aulia; Adi, Ari Mukti Wardoyo; Mahanani, Nugrahadi; Resiyani, Wulan; Pratama, Amor Seta Gilang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.6626

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada tahun 2020. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar keberadaan salah satu tinggalan arkeologi di Kelurahan Legok, Kota Jambi, yaitu Candi Solok Sipin serta situs-situs lain di sekitarnya. Berdasarkan tinjauan terkini, Candi Solok Sipin berada dalam kondisi yang terancam kelestariannya. Salah satu faktor yang menjadi ancaman terhadap kelestarian Situs Candi Solok Sipin adalah kurangnya kepedulian masyarakat sekitar terhadap keberadaan situs tersebut. Oleh karena itu kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di Kelurahan Legok Kota Jambi sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan Situs Candi Solok Sipin. Potensi yang dimiliki Kelurahan Legok antara lain adalah keberadaan Rumah Batik dan kelompok pembatik. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat Kelurahan Legok sebagai upaya pelestarian dan pemanfaatan tinggalan arkeologi di kawasan tersebut melalui kegiatan pengembangan motif batik. Di Situs Candi Solok Sipin terdapat tinggalan arkeologi yang memiliki relief dan ornamen yang dapat dikembangkan menjadi motif batik. Target khusus yang ingin dicapai yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat di Kelurahan Legok untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian situs Candi Solok Sipin. Metode pendampingan dilaksanakan dalam tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan menghasilkan 5 motif baru yang terinspirasi dari relief dan motif tinggalan arkeologi Situs Solok Sipin. Diharapkan motif-motif baru ini dapat menjadi kebanggaan dan ciri khas Kelurahan Legok. Untuk jangka panjang diharapkan motif batik yang telah tercipta menjadi produk unggulan Kelurahan Legok Kota Jambi.
Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Rahman, Abd; Siregar, Isrina; Resiyani, Wulan; Bahri, Zainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2178

Abstract

Lacak is one of the unique cultural heritages of the Malay people of Jambi, possessing high historical and philosophical value. Its existence is not only a symbol of regional pride, but also reflects the identity of the Malay people, who uphold the values of honor and wisdom. However, amid the tide of modernization and changing lifestyles among the younger generation, interest in learning about and preserving traditional cultures such as lacak is declining. Based on these issues, a team of lecturers from the University of Jambi carried out a community service activity with the theme “Preservation of Lacak as a Cultural Heritage of the Malay People of Jambi” which was held on October 4, 2025, in Teluk Village, Pemayung District, Batanghari Regency. This activity included training in making lacak, guided by Jambi cultural expert Zainul Bahri, and attended by local school children and teenagers. In addition to the training, a cultural quiz was held on lacak and historical figures of Jambi, such as Sultan Thaha Saifuddin and Raden Mattaher. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about the meaning and form of lacak, as well as a growing enthusiasm for preserving local culture. This activity successfully served as an educational and recreational means of strengthening the cultural identity of the Teluk Village community.ABSTRAKLacak merupakan salah satu warisan budaya khas Melayu Jambi yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol kebanggaan identitas daerah, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai kehormatan dan kebijaksanaan. Namun, di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, minat untuk mengenal dan melestarikan budaya tradisional seperti lacak semakin menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim dosen dari Universitas Jambi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi” yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2025 di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan lacak yang dipandu oleh budayawan Jambi, Zainul Bahri, serta diikuti oleh anak-anak sekolah dan remaja setempat. Selain pelatihan, juga diselenggarakan kuis budaya mengenai lacak dan tokoh sejarah Jambi seperti Sultan Thaha Saifuddin dan Raden Mattaher. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan peserta tentang makna dan bentuk lacak, serta tumbuhnya semangat pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana edukatif dan rekreatif dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Teluk.