Tulisan ini akan mengkonstruk dari segi aktivitas keseharian dan tradisi yang dilakukan oleh para perempuan Ternate sehingga membentuk sebuah identitas kultural sekaligus kesalehan sosial yang mereka tunjukan baik kepada suami, anak-anak, juga masyarakat sekitar. Dengan menggunakan model peneltian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan di Ternate, Maluku Utara. Untuk data Sekunder di dapat dari buku-buku yang memang relevan terhadap penelitian ini. Pendekatan yang penulis pakai diantaranya adalah pendekatan sejarah sosial, juga teori identitas kultural demi memperoleh bentuk kesalehan sosial perempuan Ternate, juga menggunakan pendekatan tafsir sebagai langkah untuk memaknai tindakan atau kesalehan sosial dari para perempuan Ternate. Hasilnya, konstruk perempuan Ternate dari segi identitas kultural dan kesalehan sosial dapat dilihat pada bentuk aktivitas sehari-hari mereka. Dengan posisi mereka sebagai istri bentuk kebaktian mereka adalah dengan ikut menolong suami juga tergambar saat mereka melakukan tradisi yakni tradisi lilian. Sifat gotong royong dan tolong menolong ini, merupakan bentuk kesalehan secara sosial yang ditunjukan oleh para perempuan Ternate.
Copyrights © 2020