Pembauran dari berbagai etnis di sebuah wilayah seperti kota Ternate sebagai pusat perekonomian di wilayah propinsi Maluku Utara menciptakan peradaban yang baru, dimana masyarakat tiilak lagi ditandai oleh berkumpulnya hanya satu etnik pada satu ruang dan tempat, tetapi merupakan percampuan dari berbagai etnik, terutamadi pusat-pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi. Percampuran ini melahirkan satu pola interaksi baru, atau yang sering disebut oleh ahli budaya lintas etnik. Dari pembauran lintas eknik (multikultu ral) ini, menurut data BPS Propinsi Maluku Utara memperlihatkan bahwa partispasi perempuan di berbagai ranah masih rendah disbanding dengan laki-laki, baik dari kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, maupun politik perempuan. Oleh karena itu, ada pertanyaan yang mendasar mengapa terjadi kesenjangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan dalam lintas etnik' (multikultural), padahal pemerintah Pusat dan Daerah telah mengeluarkan kebijç kan tentang pengarusutamaan Gender (PUG). Bahkan ini didukung oleh kebijakan, kegiatan, proyek serta dana yang memadai.
Copyrights © 2020