Abstrak Kelayakan mengajar guru tidak cukup hanya diukur berdasarkan pendidikan formal tetapi juga harus diukur berdasarkan bagaimana kemampuan guru dalam mengajar dan sesi penguasaan materi, menguasai, memilih dan menggunakan metode, media serta evaluasi pembelajaran. Sehubungan dengan hal itu, Jiyono ( 1987 ) menyimpulkan bahwa kemampuan guru SD dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat menghawatirkan karena dari sampel guru SD yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70 % yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan hanya 30 % yang menguasai bahan pelajaran.Kondisi seperti itu diperparah dengan kurang optimalnya fungsi pengawasan kepala sekolah. Bila selama ini banyak pendapat menyatakan profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai, hal itu merupakan akibat dari kurang kepengawasannya kepengawasan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah( PTS ) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja guru. Dalam penelitian tindakan sekolah( PTS ) ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru  dengan mencapai standar ideal. Dari 64,50 % pada siklus I, dapat meningkat menjadi 71,75 % pada siklus II, dan siklus ke III  80,63  %.  Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui pelatihan berkelanjutan dapat meningkatkan kinerja guru dengan ketuntasan mencapai 100 %. Kata Kunci : Capaian mutu sekolah, Kinerja Guru, pelatihan berkelanjutan
Copyrights © 2021