Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empirik tentang perbandingan efektivitas antara metode pembelajaran role-playing berbasis pengalaman dengan metode yang selama ini digunakan oleh guru (drill) dalam meningkatkan keterampilan siswa berbicara bahasa Inggris dilihat dari penguasaan kosakata, pronunciation, dan interactive communication. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain eksperimen-kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran permainan role-playing berbasis pengalaman memberikan kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa. Kesimpulan akhir adalah dengan kemampuan awal yang sama antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, penggunaan metode pembelajaran permainan role-playing berbasis pengalaman dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa kelas V Sekolah Dasar lebih efektif jika dibandingkan dengan metode pembelajaran drill dalam pembelajaran bahasa Inggris dilihat dari penguasaan vocabulary, pronunciation dan interactive communication.
Copyrights © 2021