Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pengukuhan Gelar Tuangku di Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman. Di Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman ini, Santrinya dinamai dengan sebutan “Pakiah”, pada waktu tertentu ada Santri yang diberi gelar Tuangku, namun gelar Tuangku tersebut tidak begitu mudah didapatkan oleh santri melainkan santri tersebut harus memiliki kriteria-kriteria yang memenuhi persyaratan sebagai Tuangku. Hal ini yang diteliti secara historis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 langkah, yaitu yang pertama heuristik, kedua kritik sumber, ketiga sintesis, dan yang keempat historiografi. Hasil penelitian ini adalah Pertama Sejarah gelar Tuangku di Pariaman yaitu berawal dari kepulangan Syekh Burhanuddin menuntut ilmu dari Aceh selama 30 Tahun dan mengembangkan ilmu agama di Pariaman. Kedua Proses pendidikan pencapaian Gelar Tuangku di Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman Pembelajaran di pesantren ini berkonsentrasi pada kitab-kitab kuning klasik berbahasa arab. Ketiga Proses pengukuhan Gelar Tuangku terhadap Peserta Didik di Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin yaitu dengan mengadakan acara Jamuan. Keempat penghargaan pemerintah dan masyarakat terhadap tuangku-tuangku di Pariaman, seorang Tuangku di Pariaman akan lebih dihargai, jika Tuangku tersebut setelah dikukuhkan menjadi seorang Tuangku ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas. Di lingkungan masyarakat bentuk penghargaannya adalah ketika adanya acara-acara syar’i yang menyangkut bidang keagamaan masyarakat akan mengundang seorang Tuangku untuk mengisi acara tersebut dengan berceramah ataupun mengaji
Copyrights © 2020