Desmaniar Desmaniar
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN HISTORIS PENGUKUHAN GELAR TUANGKU DI PONDOK PESANTREN LUHUR SYEKH BURHANUDDIN ULAKAN PARIAMAN Rusli Rusli; Desmaniar Desmaniar; Nita Putri Ayu
Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban Vol 14, No 2 (2020): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/h.v14i2.2143

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi oleh Pengukuhan Gelar Tuangku di Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman. Di Pondok Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman ini, Santrinya dinamai dengan sebutan “Pakiah”, pada waktu tertentu ada Santri yang diberi gelar Tuangku, namun gelar Tuangku tersebut tidak  begitu  mudah  didapatkan  oleh  santri  melainkan  santri  tersebut  harus memiliki kriteria-kriteria yang memenuhi persyaratan sebagai Tuangku. Hal ini yang diteliti secara historis. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 langkah, yaitu yang pertama heuristik, kedua kritik sumber, ketiga sintesis, dan yang keempat historiografi. Hasil  penelitian  ini  adalah  Pertama  Sejarah  gelar Tuangku  di  Pariaman  yaitu berawal dari kepulangan Syekh Burhanuddin menuntut ilmu dari Aceh selama 30 Tahun dan mengembangkan ilmu agama di Pariaman. Kedua Proses pendidikan pencapaian Gelar Tuangku di Pesantren Luhur Syekh Burhanuddin Ulakan Pariaman Pembelajaran di pesantren ini berkonsentrasi pada kitab-kitab kuning klasik berbahasa arab. Ketiga Proses pengukuhan Gelar Tuangku  terhadap  Peserta Didik  di Pondok  Pesantren Luhur  Syekh Burhanuddin yaitu dengan mengadakan acara Jamuan. Keempat penghargaan pemerintah dan masyarakat   terhadap tuangku-tuangku di Pariaman, seorang Tuangku di Pariaman akan lebih dihargai, jika Tuangku tersebut setelah dikukuhkan menjadi seorang Tuangku ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas. Di lingkungan masyarakat bentuk penghargaannya adalah ketika adanya acara-acara syar’i yang menyangkut bidang keagamaan masyarakat akan mengundang seorang Tuangku untuk mengisi acara tersebut dengan berceramah ataupun mengaji