Kebijakan stay at home yang telah dianjurkan oleh pemerintah, dirasa cukup efektif untuk menangani bencana pandemi pada saat ini. Kebijakan tersebut menimbulkan dampak lain di masyarakat, karena tidak semua pekerjaan bisa dilakukan di rumah. Kondisi ini tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga muncul stigma buruk terhadap pekerja di bidang kesehatan maupun di rumah sakit karena dianggap dapat menularkan virus ini. Penelitian ini menganalisa hubungan correlational variabel kategori pekerjaan dan kecemasan, menggunakan desain cross sectional, teknik accidental sampling terhadap 100 warga Sleman. Kategori pekerjaan adalah pelajar/mahasiswa, karyawan tenaga kesehatan, karyawan bukan tenaga kesehatan, wiraswasta, ibu rumah tangga, dan pensiunan. Instrumen untuk mengukur kecemasan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner pada google form yang telah disusun oleh peneliti, dan disebarkan secara online melalui whats app group. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan bivariat gamma. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,298, berarti tidak ada hubungan antara pekerjaan yang dimiliki oleh masyarkat dengan kecemasan yang dialami ketika situasi pandemi COVID-19. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu apapun pekerjaan masyarakat tidak berhubungan dengan kecemasan yang dirasakan, hal ini juga menunjukan bahwa meskipun ada kecemasan maupun kekhawatiran yang dirasakan, namun masyarakat tetap aktif menjalankan pekerjaan masing-masing.
Copyrights © 2020