Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam melakukan percepatan pencegahan stunting adalah melakukan komunikasi perubahan perilaku dengan metode Emo-Demo Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menggambarkan hambatan pelaksanaan Emo-Demo Berdasarkan Proses Komunikasi di wilayah Non-Intervensi Kota Surabaya pada bulan Januari 2020. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara. Populasi pada penelitian ini adalah pihak promkes di puskesmas selaku Training of Trainer dan kader Balita di wilayah non-intervensi. Dengan menggunakan Teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 19 responden. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan model interaksi dari Miles dan Huberman.. Hasil penelitian ini menyebutkan Hambatan emo-demo berdasarkan proses komunikasi yang ada di wilayah non-intervensi selama bulan Januari 2020 antara lain susah mengumpulkan ibu balita, belum adanya alat peraga, ibu balita tidak datang bersamaan, ibu balita tidak sabar menunggu, belum pernah melaksanakan Emo-Demo sebelumnya, waktu penimbangan dan Emo-Demo dilakukan bersamaan, tidak ada dana, jumlah kedatangan ibu yang sedikit, keterbatasan pengetahuan , Ibu balita datang dan pergi, ibu balita tidak memperhatikan, dan balita rewel.
Copyrights © 2021