Wanita yang mengambil peran sebagai istri dan ibu sekaligus pekerja cenderung membawa mereka pada konflik peran ganda. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konflik peran ganda dengan stres kerja pada guru wanita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik total sampling di mana seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 30 orang guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Gamma dan Somers’d (α = 0,05). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konflik peran ganda dengan stress kerja pada guru wanita menikah (p=0,01). Sebagian besar guru wanita tidak dapat menjalankan perannya sebagai orangtua yakni dalam hal mengurus anak saat jam kerja. Selain itu, di masa pandemi seperti ini anak diharuskan belajar secara daring tanpa dampingan orang tua. Hal ini yang memunculkan kekhawatiran pada guru wanita saat bekerja sehingga dapat mengakibatkan terjadinya stres pada guru wanita yang telah menikah.
Copyrights © 2021