Salah satu penyebab tingginya angka drop out pada metode kontrasepsi jangka panjang adalah rendahnya kualitas pelayanan konseling oleh petugas kesehatan. Faktor karakteristik akseptor (umur, pendidikan, jumlah anak, pengetahuan dan dukungan), faktor karakteristik bidan serta faktor lainnya dapat mempengaruhi kualitas pelayanan konseling. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan konseling Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel penelitian 55 akseptor (purposive sampling) dan 10 bidan (total sampling). Analisis data dengan uji T dan One Way Anova p < 0,05 dan uji Regresi Linear Ganda. Ada hubungan bermakna antara faktor pengetahuan akseptor dengan nilai (p = 0,01 dan koefisien β = 0,359 ), dukungan pasangan nilai ( =0,025 dan koefisien β = 0,277) dan pendidikan terakhir bidan nilai (p = 0,018 dan koefisien β = 0,274 ) dengan kualitas pelayanan konseling. Faktor dominannya adalah variabel pengetahuan akseptor dengan nilai (p = 0,004 dan koefisien β = 0,359 ).Variabel paling dominan adalah pengetahuan akseptor, memiliki kemungkinan pengaruh terhadap hasil konseling sebesar 35 kali lebih tinggi. Memberikan arahan ke pada akseptor yang memiliki pengetahuan baik agar membagi pengetahuannya kepada calon akseptor lain yang pengetahuan yang kurang dan cukup.
Copyrights © 2021