Kehadiran kebijakan Kampus Merdeka menuai pro dan kontra berbagai kalangan. Kritik dilontarkan terhadap kendala administratif, perbedaan standar antara perguruan tinggi, dan spesifikasi ilmiah lulusan. Ini Kajian ingin menganalisis relevansi kebijakan ini dengan kompetensi guru di era society 5.0, yang ditinjau dari perspektif Teori Pembelajaran Eksperiensial (ELT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka ulasan. Data diperoleh dari berbagai sumber, terutama situs resmi PT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, situs resmi, dan artikel ilmiah terkait lainnya dan sastra. Analisis menunjukkan bahwa ada relevansi antara Kempus Merdeka dengan kompetensi guru di era 5.0 dan ELT. Aspek kebijakan dari Kampus Merdeka selaras dengan ELT dan mampu mendukung pencapaian kompetensi guru di era society 5.0. relevansinya muncul dalam aspek; holistik, integratif, ilmiah, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2021