Artikel ini mendeskripsikan Best Practice Pengembangan Polysyncronous sebuah Model Pembelajaran Daring dalam Perkuliahan PPKn di Universitas Muhammadiyah Malang. Subyek penelitiannya adalah dosen dan mahasiswa angkatan 2020/2021 yang menempuh matakuliah PPKn. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara dan penyebaran angket. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Milles dan Huberman yang meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pemikiran pengembangan pembelajaran PPKn berbasis Polysyncronous/ Blended Learning pada Era New Normal di UMM berlandaskan teori belajar bermakna dari Ausuble, teori pemrosesan informasi dari Slavin dan Sigeer, teori motivasi belajar dari Maslow. Secara filosofis pedagogis, penamaan ELMU sebagai platform LMS di UMM diambil dari cara pelafalan orang Jawa terhadap kata ilmu, sering disebut ngelmu yang berarti orang yang memiliki ilmu. Platform LMS Moodle ELMU ini diharapkan menjadi sumber ilmu dan rujukan dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan. Desain konseptual Polysynchronous Learning merupakan model pembelajaran bauran dengan menggabungkan konsep Student Centered Learning dan Personalized Learning sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21 yang mengadopsi metode pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, cooperative learning, dan discovery/inquiry learning
Copyrights © 2021