Penelitian ini mendeskripsikan manajemen identitas pasangan menikah berbeda budaya sipil dengan militeryang berdampak pada komunikasi mereka saat beradaptasi. Identitas selalu mengalami perubahan dan identitas setiap pasangan tidak akan sama satu dengan yang lain, seperti: identitas suku, agama, usia, keluarga, lingkungan sosial, organisasi, dll. Proses manajemen identitas yang terjadi diantara kedua pasangan berbeda budaya sipil dengan militer akan diuraikan melalui tiga fase manajemen identitas dari Cupach & Imahori yaitu: trial and error, enmeshment, and renegotiation. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis dengan menggunakan teori manajemen identitas Sifat penelitian adalah deskriptif dan memakai metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini terungkap bahwa pasangan yang memiliki banyak perbedaan lebih sulit melakukan proses renegotiation yakni mengelola face diri sendiri atau face pasangan dengan mencari persamaan perspektif apakah mengutamakan nilai atau norma budaya sendiri sebagai warga sipil atau mengutamakan nilai atu norma sebagai militer.
Copyrights © 2021