â€Tafsir al-Ji>la>ni†yang dirilis pertama kali pada tahun 2009 silam masih menyisakan problem autentisitas yang cukup serius. Pasalnya, tafsir bergenre sufi falsafi yang berjudul lengkap Al-Fawa>tih} al-Ila>hiyyah wa al-Mafa>tih} al-Ghaybiyyah al-Muwadhdhih}ah li al-Kalim al-Qur’a>niyyah wa al-H}ikam al-Furqa>niyyah ini, dari sisi isi dan materinya –misalnya dalam penafsiran ayat sifat-- tidak cocok dengan profil dari ‘Abd al-Qa>dir al-ji>la>ni (w. 1166). Ia lebih cocok dengan profil dari tokoh lain bermazhab Hanafi yang bernama Ni’mat Alla>h al-Nakhjuwa>ni (w. 1514). Al-Ji>la>ni masyhur sebagai penganut mazhab Hanbali yang cenderung tekstualis dan ajarannya pun banyak yang menekankan untuk senantiasa merujuk pada Alquran dan sunah. Sedangkan Tafsir ini sangat filosofis dan relatif tidak sesuai dengan konsepsi ajaran tasawuf al-Ji>la>ni. Karakteristik gaya bahasa, metode penafsiran, dan sumber penafsiran dari tafsir ini juga tidak sesuai dengan gaya al-Ji>la>ni sebagaimana yang terekam dalam kitab-kitabnya yang otoritatif semisal al-Ghunyah. Ditambah lagi, komentar para pakar tafsir dan tokoh tafsir dalam banyak buku ensiklopedia tafsir mereka, semuanya (nyaris) mengatakan bahwa tafsir ini adalah karya dari al-Nakhjuwa>ni. Itulah beberapa temuan dari penelitian ini yang pada akhirnya mengantarkan penulis untuk sampai pada kesimpulan bahwa â€Tafsir al-Ji>la>ni†bukanlah buah karya dari al-Ji>la>ni. Tafsir ini lebih pas disebut sebagai karya dari al-Nakhjuwa>ni.
Copyrights © 2020