Jurnal Medika Hutama
Vol. 2 No. 03 April (2021): Jurnal Medika Hutama

MANAJEMEN TERAPI RHINITIS

Redi Bintang Pratama (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Apr 2021

Abstract

Rhinitis alergi merupakan penyakit inflamasi yang dimediasi IgE pada mukosa hidung, yang dipicu oleh adanya paparan alergen. Kondisi ini berdampak signifikan pada tidur, pekerjaan, dan kinerja sekolah penderitanya. Kondisi rhinitis alergi ini sering dikaitkan dengan kondisi dermatitis atopi, alergi makanan, dan asma. Gejala utamanya termasuk rinorea, hidung tersumbat, dan bersin, meskipun gejala mata juga dapat terjadi. Berbagai pilihan terapi tersedia untuk penanganan rhinitis alergi. Algoritma pengobatan standar dimulai dengan edukasi untuk menghindari alergen, kemudian diikuti dengan pemberian agen farmakologis. Untuk rhinitis alergi ringan hingga sedang, antihistamin generasi baru menjadi pengobatan lini pertama dan lebih disukai daripada antihistamin generasi lama, karena lebih aman dengan efek samping yang minimal. Kortikosteroid intranasal adalah perawatan andalan untuk rhinitis alergi sedang hingga berat karena terbukti aman dan efektif. Pada pasien yang tidak ada perbaikan setelah pemberian kortikosteroid intranasal, kombinasi antihistamin dan kortikosteroid harus dipertimbangkan. Jika dengan pemberian obat-obatan kombinasi tidak ada perbaikan, satu-satunya pilihan adalah dengan allergic specific immunotherapy.

Copyrights © 2021