Interaksi sosial yang diajarkan sejak kecil membuat manusia mengetahui cara hidup bermasyarakat, belajar akan peran yang akan menjadi identifikasi dirinya, dan juga memperoleh berbagai informasi. Covid-19 memaksa orang orang untuk merubah pola interaksi yang pada awalnya secara luring namun berubah menjadi daring atau secra online (dalam jaringan). Pergeseran ini memaksa semua orang untuk lebih sering menggunakan gadget dan internet dalam melakukan interaksi, mulai dari bekerja Work From Home (WFH) hingga belajar online dirumah. Dari sekian banyak kelebihan yang ada pada smarphone, sebenarnya banyak sekali dampak negatif yang bermunculan. Penggunaan smarphone secara berlebih dapat memengaruhi proses transaksional tersebut. Seringkali interaksi dan komunikasi yang dinamis dan adanya timbal balik tersebut menurun kuantitas dan kualitasnya pada interaksi tatap muka. Fenomena yang terjadi tidak jarang individu lebih memilih memainkan atau menggunakan smarphone pada saat ditengah-tengah suatu kegiatan atau sosialisasi dengan orang-orang disekitarnya. Perlunya peran orang tua dan sekolah untuk mendampingi individu khusunya anak-anak dalam intensitas pemggunaan smartphone agar individu terhindar dari dampak buruk kencanduan smartphone khususnya bagi aspek interaksi Sosial
Copyrights © 2020