Keberadaan pasar tradisional sebagai wahana aktivitas ekonomi mikro di masyarakat juga sebagai ruang publik dimana aktivitas sosial terbentuk di pasar. Aktivitas sosial yang dimaksud adalah pembeli dan pedagang tawar menawar untuk mendapatkan kesepakatan harga, interaksi sosial yang melibatkan antara juragan dengan pekerja. Pola hubungan yang dibangun di pasar tradisional inilah yang menarik untuk dikaji, salah satunya hubungan patron-klien di pasar tradisional. Hubungan patron-klien terbentuk kerjasama antar pedagang yang sangat berguna bagi kelangsungan usaha di pasar tradisional. Penelitian pola patron-klien pedagang pasar tradisional dalam peningkatan kesejahteraan ini dilakukan di Pasar Windujenar Surakarta. Informan terdiri atas pedagang, pengelola enam orang. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pola patron klien di pasar tradisional tercermin dari rekruitmen tenaga kerja, pembayaran upah, pembagian kerja, hubungan dengan mitra kerja, dan antara juragan dengan pekerja juga ada hubungan timbal balik berupa gotong royong apabila ada keperluan keluarga atau hajatan. Disarankan pada Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Kementerian Sosial RI pola patron-klien selalu terjadi di setiap usaha, apabila pola patron klien ini di kembangkan di model pelayanan kesejahteraan sosial, maka dapat meminimalkan kesenjangan sosial antara juragan (pemilik modal) dengan pekerja (buruh).Â
Copyrights © 2016