Anak merupakan bagian dari keluarga dan masyarakat, asuhan kesehatan anak berpusat pada keluarga. Anak yang sakit dapat menimbulkan suatu stress bagi anak itu sendiri maupun pada keluarga. Perubahan masalah kesehatan pada anak dapat disebabkan oleh masalah gizi, dimana gizi merupakan salah satu masalah yang masih aktual dan belum dapat diselesaikan sepenuhnya serta menjadi prioritas untuk diperhatikan. Keadaan ini jika berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan stunting. Faktor sosial ekonomi keluarga yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orangtua, karena jika pendidikan tinggi semakin besar peluangnya untuk mendapatkan penghasilan yang cukup sehingga bisa hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada anak usia 0-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 responden dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji chi square, diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan ayah dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,937(p>α=0,05), tidak ada hubungan pekerjaan ayah dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,433(p>α=0,05), tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,355(p>α=0,05 pada anak usia 0-36 bulan di wilayah kerja Lawawoi Kabupaten Sidenreng Rappang. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi lembaga kesehatan tentang hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stanting pada anak usia 0-36 bulan.
Copyrights © 2020