Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Vol 32, No 2 (2020): Agustus 2020

Perbedaan ketinggian tulang kortikal mandibula antara penderita bruxism dan bukan penderita bruxism berdasarkan indeks panoramik mandibularDifferences in the mandibular cortical bone height between bruxism and non-bruxism patients based on the panoramic mandibular index

Hana Fauziah (Universitas Padjadjaran)
Taufik Sumarsongko (Universitas Padjadjaran)
Azhari Azhari (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2020

Abstract

Pendahuluan: Bruxism adalah aktivitas parafungsi oklusal pada siang atau malam hari dimana terjadi grinding, clenching, dan gnashing. Bruxism dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang sehingga tulang beradaptasi melalui proses remodeling tulang yang dapat mengubah jumlah, densitas, dan ketinggian tulang. Perubahan yang terjadi pada tulang dapat dianalisis dengan mengukur ketinggian tulang kortikal mandibula. Salah satu metode pengukuran yang dapat digunakan adalah indeks panoramik mandibula (PMI) melalui radiografi panoramik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan ketinggian tulang kortikal mandibula pada penderita dan bukan penderita bruxism. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik cross sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu 30 sampel radiograf panoramik digital penderita bruxism dan 30 sampel radiograf panoramik digital bukan penderita bruxism. Data dianalisis menggunakan independent t-test pada software MegaStat 10.1. Hasil: Hasil analisis p-value menunjukkan ketinggian tulang kortikal mandibula regio kanan penderita bruxism dan bukan penderita bruxism adalah 0,1517mm dan regio kiri adalah 0,2036mm (p-value>0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan ketinggian tulang kortikal mandibula antara penderita bruxism dan bukan penderita bruxism.Kata kunci: Bruxism, kortikal mandibula, indeks panoramik mandibular. ABSTRACTIntroduction: Bruxism is an occlusal parafunction activity during the day or night that includes grinding, clenching, and gnashing. Bruxism can exert excessive pressure on the bone so that the bone adapts through the process of bone remodelling, which can change the amount, density, and height of the bone. Changes that occur in the bone can be analysed by measuring the height of the mandibular cortical bone. One of the measurement methods commonly used was the panoramic mandibular index (PMI) through panoramic radiography. The purpose of this study was to analyse the differences in the height of the mandibular cortical bone in bruxism and non-bruxism patients. Methods: The type of research was cross-sectional analytic. The sample of this study consisted of two groups, which were 30 samples of digital panoramic radiographs of bruxism patients and 30 samples of digital panoramic radiographs of non-bruxism patients. Data were analysed using an independent t-test in the MegaStat 10.1 software. Results: The results of the p-value analysis showed that the mandibular cortical bone in the right region of bruxism and non-bruxism patients was 0.1517 mm, and in the left region was 0.2036 mm (p-value > 0.05). Conclusion: There is no difference in the mandibular cortical bone height between bruxism and non-bruxism patients.Keywords: Bruxism, mandibular cortical bone, panoramic mandibular index.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jkg

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions

Description

Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, ...