Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC) dijuluki sebagai kedelai daerah tropis dengan potensi kandungan gizi tinggi. Kurangnya informasi mengenai komponen keragaman dan heritabilitas dalam pemuliaan kecipir menjadi salah satu penyebab belum berkembangnya program pemuliaan kecipir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ragam, heritabilitas dan hubungan antar karakter kecipir. Penelitian dilakukan di tiga lingkungan yaitu dua lingkungan di Bogor, dan satu lingkungan di Palembang, pada bulan Januari 2019 sampai dengan Juni 2020. Pengujian dilakukan terhadap 11 genotipe kecipir dan 11 karakter pengamatan. Hasil menunjukkan karakter umur berbunga dan jumlah biji per polong memiliki keragaman genetik yang luas. Nilai heritabilitas tinggi ditunjukkan oleh karakter jumlah biji per polong (89.48%), umur berbunga (83.32%), panjang polong muda (70.97%) dan bobot 100 biji (68.63%). Hasil analisis lintas menunjukkan karakter produktivitas polong muda (1.07), bobot biji per plot (0.81), umur berbunga (0.29), panjang polong muda (0.17), lebar polong muda (0.12), bobot biji per tanaman (0.09), dan bobot 100 biji (0.01) memiliki pengaruh langsung positif terhadap produktivitas biji kecipir. Umur berbunga, jumlah biji per polong dan bobot biji per tanaman merupakan karakter yang tepat menjadi kriteria seleksi dalam merakit kecipir berproduksi tinggi. Kata kunci: analisis lintas, keragaman genetik, korelasi
Copyrights © 2021