This study aims to see how the role of the church in relation to cultural symbols, specifically the native language (land), of an area, to serve as a means of contextual theology. This study uses descriptive qualitative research, which is conducted in an interview method with key respondents. The church in its ministry must be able to understand that the cultural richness of a place is a means of preaching the gospel. It is in this process that the language of the land must be used as a means of preaching the Gospel in order to create a contextual theology. Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk melihat bagaimana peran gereja dalam hubungan-nya dengan simbol-simbol kebudayaan, secara khusus bahasa asli (tanah), suatu daerah, untuk dijadikan sebagai sarana teologi kontekstual. Penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif desriptif, di mana dilakukan dalam metode wawancara, terhadap responden kun-ci. Gereja dalam pelayanannya harus mampu memahami bahwa kekayaan budaya suatu tempat, merupakan sarana untuk memberitakan Injil. Dalam proses inilah maka bahasa ta-nah haruslah dipakai sebagai sarana pemberitaan Injil untuk terciptanya teologi yang kontekstual.
Copyrights © 2020