Model pembelajaran yang variatif diterapkan oleh guru dengan harapan siswa dapat memahami materi dengan baik. Namun variasi model tersebut ternyata tidak cukup untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil belajar siswa kelas 1 pada Tema 7 Subbab 1 KD 3.2 dan 4.2 diketahui masih rendah meskipun guru menggunakan dua model pembelajaran: ceramah dan diskusi kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil belajar siswa yang diberikan pembelajaran dengan penerapan model Coopratif Learning dengan media Alga Prana Batas, pada materi nilai tempat bilangan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Mc. Taggart yang merupakan pengembangan dari konsep dasar yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I dan II ketuntasan siswa meningkat dari 53,57% pada siklus I menjadi 85,89% pada siklus II. Peningkatan juga terjadi pada aspek sikap yakni keaktifan siswa dari 53% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II. Kebaruan pada penelitian ini adalah digunakannya juga konsep tutor sebaya saat kegiatan berkelompok menggunakan media Alga Prana Batas. Manfaat penelitian ini bagi ilmu pengetahuan adalah temuan metode pengajaran yang paling tepat diterapkan dalam pembelajaran nilai tempat suatu bilangan. Sementara bagi pendidik, penelitian ini dapat digunakan dalam pengembangan pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi siswa.
Copyrights © 2020