Tuntutan perusahaan untuk bisa menampilkan laporan keuangan dalam kondisi keuangan terbaik, memicu manajemen untuk melakukan fraud atau kecurangan di. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa besar fraud triangle mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan.. Metode penelitian menggunakan deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dengan menggunakan purposive sampling, dihasilkan 2 sampel perusahaan yaitu PT. Garuda Indonesia dan TOSHIBA. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa financial stability dengan proksi ACHANGE, financial targets dengan proksi ROA (Return On Asset) dan ineffective monitoring dengan proksi BDOUT berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap laba perusahaan yang berarti perusahaan tidak terdeteksi melalukan fraud.
Copyrights © 2021