Mozaic : Islam Nusantara
Vol 3 No 1 (2017): Mozaic : Islam Nusantara

MENGAMATI INDONESIANIS: DARI ANTROPOLOGI BUDAYA, POLITIK KOLONIAL HINGGA HEGEMONI DAN PENGENDALIAN WACANA MODERN

Syaifullah Amin (Peneliti Islam Nusantara)
Sudarto Murtaufiq (Peneliti Islam Nusantara)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2017

Abstract

Ilmu Antropologi Budaya muncul sebagai cabang ilmiah baru pada paruh kedua abad ke-19. Antropologi Budaya kemudian datang dengan anggapan-anggapan tertentu mengenai kebudayaan-kebudayaan bangsa yang saling tumpang tindih di dunia. Generasi pertama Antropologi Budaya memperkenalkan teori evolusi kebudayaan yang dibawa oleh G.A. Wilken. Teori ini menganggap bahwa kebudayaan manusia akan berkembang dari tingkat-tingkat kebudayaan rendah menuju tingkat kebudayaan tinggi karena terdorong oleh suatu kekuatan intern kebudayaan rendah tersebut.Dalam proses evolusinya masing-masing bangsa akan mengalami tingkatan-tingkatan tertentu. Hingga sekarang teori ini masih meyakini bahwa hanya Amerika Serikat dan Eropa Barat-lah yang telah mencapai suatu bentuk kebudayaan tingkat tinggi, sedangkan bangsa-bangsa lainnya hanyalah sedikit –atau bahkan sama sekali belum– beranjak dari kebudayaan awalnya, yakni semenjak manusia pertama kali muncul di muka bumi. Banyak pengamat dan sarjana-sarjana kebudayaan yang menganut teori evolusi ini meyakini bahwa bentuk kebudayaan Eropa Barat dan Amerika Serikat sekarang ini adalah titik akhir dari evolusi kebudayaan umat manusia. Di mana bangsa-bangsa lain sedang menuju ke arah proses terakhir dan kesempurnaan tersebut.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

mozaic

Publisher

Subject

Religion Education Social Sciences

Description

Mozaic: Islam Nusantara publishes articles on the study of Islamic Nusantara in Indonesia from various perspectives, covering both literary and fieldwork studies multidisciplinary of Islamic Studies with various perspectives of Islamic Sharia, Islamic Education, Madrasah Studies, Islamic Banking, ...