Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana analisis resepsi penonton terhadap isu “primitif” pada program acara reality show Primitive Runaway episode Negeri Di Atas Awan Suku Sambori pada kalangan mahasiswa Bima di STMIK Bumigora Mataram. Teori encoding/decoding dan relasi kuasa sebagai acuan dengan metode penelitian analisis resepsi. Dari hasil analisis beberapa informan dengan latar belakang suatu adat dan budaya yang berbeda menunjukan posisi dan dan identitas yang berbeda pula. Penonton menginterpretasikan teks media sesuai dengan keadaan sosial dan kebudayaan tertentu. Dalam penelitian ini melibatkan mahasiswa yang berasal dari Bima yang melanjutkan perkuliahan di STMIK Bumigora Mataram, baik yang asli Bima maupun pendatang. Informan Didi sebagai masyarakat pendatang di Kabupaten Bima menyimpulkan sesuai dengan yang disaksikan di acara Primitive Runaway, ia meyakini bahwa masyarakat Sambori merupakan masyarakat primitif. Namun, informan Wulan yang merupakan penduduk asli Kabupaten Bima yang mengetahui segala kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Sambori menegaskan komunitas Sambori bukanlah masyarakat primitif, justru ia menuding pelaku media berusaha membalikkan realitas sosial komunitas Sambori agar mendapatkan keuntungan materi dari acara tersebut.
Copyrights © 2019