CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Vol. 8 No. 1 (2019): Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya (September)

"LAKI-LAKI LANGKA?" STUDI KUALITATIF TERHADAP LAKI-LAKI PENDUKUNG FEMINISME

Maria Gianne Tiffany Kartiko (Fakultas Psikologi / Universitas Surabaya)
Teguh Wijaya Mulya (Fakultas Psikologi / Universitas Surabaya)
Siti Yunia Mazdafiah (Fakultas Psikologi / Universitas Surabaya)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2019

Abstract

Abstrak. Penelitian ini ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana lingkungan membentuk partisipan menjadi laki-laki pendukung feminisme. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan menggunakan paradigma kritikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan pengalaman pada dua partisipan dengan latar belakang yang berbeda yaitu dalam bentuk tekanan sebagai anak laki-laki, pengalaman melihat/menyadari ketidaksetaraan serta perubahan pola pikir setelah muncul keinginan untuk mengubah kondisi yang dinilai tidak setara di masyarakat. Kesamaan-kesamaan tersebut menunjukkan bahwa mungkin pengalaman tersebut juga dialami oleh laki-laki pendukung feminisme lainnya. Maka dari itu, penelitian ini mengusulkan model perkembangan kefeminisan laki-laki untuk menjelaskan proses yang dialami partisipan. Model tersebut memiliki tiga tahap yaitu laki-laki yang tertekan oleh eskpektasi masyarakat laki-laki yang menyadari ketidakadilan dan patriarki, dan laki-laki yang sadar akan perlunya perubahan. Kata kunci: feminisme, keseteraan gender, laki-laki, aktivis Abstract. This study was conducted to find out how the environment molds men into being supporters of feminism. The research was conducted through qualitative method by using the critical paradigm The results of this study indicate the similarity of experience in two participants with different backgrounds, namely in the form of pressure as a boy, the experience of seeing/realizing inequality and changing the mindset after the emergence of the desire to change the conditions that are considered unequal in the community. These similarities suggest that it may also be experienced by other male feminist supporters. Therefore, this study uses a male feminine development model to explain the process experienced by participants. The model has three stages: men who are oppressed by the expectations of men who are aware of injustice and patriarchy, and men who are aware of the need for change. Keywords: feminism, gender equality, men, activists

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jimus

Publisher

Subject

Education

Description

CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya merupakan kumpulan artikel yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Surabaya. ISSN ...