Adanya virus corona atau covid-19 membuat pengguna jalan menjadi berkurang sejak di liburkan anak sekolah sampaidi berikan kebijakan work from home (WFH) bagi pekerja membuat jalan menjadi berkurang, yang biasa terjadi kemacetan kini menjadi lebih renggang, oleh karena itu penelitan ini bertujuan sebagai pembanding data volume lalu lintas sebelum dan sesudah adanya virus corona atau covid-19 di Bandar Lampung. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan perlu dilakukan survey lapangan guna mendapatkan data primer serta survey pada Dinas atau Instansi terkait untuk memperoleh data sekunder. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, diperoleh hasil perbandingan sebelum dan sesudah Covid-19 yaitu volume arus lalu lintas pada hari Rabu sebesar 42,54% dan Jumat sebesar 41%. Nilai kapasitas jalan pada Rabu 19 Juni 2019 sebesar 2762,76 smp/jam sedangkan pada Rabu 13 Mei 2020 sebesar 2975,28 smp/jam dan 3036 smp/jam, pad Jumat 21 Juni 2019 sebesar 2884,2 smp/jam dan 2762,76 smp/jam sedangkan pada Jumat 15 Mei 2020 sebesar 2884,2 smp/jam dan 2975,28 smp/jam. Perbandingan Derajat Kejenuhan (DS) pada Rabu 19 Juni 2019 sebesar 0,45 (los C) sampai dengan 0,62 (los C) sedangkan pada Rabu 13 Mei 2020 sebesar 0,33 (los B) sampai dengan 0,46 (los C), pada Jumat 21 Juni 2019 sebesar 0,44 (los B) sampai dengan 0,50(los C) sedangkan pada Jumat 15 Mei 2020 sebesar 0,33 9los B) sampai dengan 0,4 (los B). Kecepatan mobil pada hari Rabu dari 18,3 km/jam sampai dengan 24,32 km/jam menjadi 20,08 km/jam sampai dengan 23,34 km/jam, pada hari Jumat dari 20,08 km/jam sampai dengan 23,31 km/jam menjadi 21,86 km/jam saampai dengan 25,42 km/jam. Kecepatan motor yang mengalami kenaikan pada hari Rabu dari 22,94 km/jam sampai dengan 23,89 km/jam menjadi 24,66 km/jam sampai dengan 28,01 km/jam, dan pada hari Jumat dari 21,5 km/jam sampai dengan 23,24 km/jam menjadi 22,56 km/jam sampai dengan 25,76 km/jam.
Copyrights © 2020