Perkembangan pengetahuan dan tenologi untuk beton juga terus berkembang, produk ini memiliki beberapa struktur dari paving block pembuatannya melputi hasil campur dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen, air, dan juga bahan tambah sesuai keinginan. Penambahan paving block berupa potongan kawat bendrat dimana salah satu permasalahannya terjadinya pecah atau retak yang disebabkan oleh tegangan tarik dan desak akibat beban yang melebihi kemampuannya.Penambahan ini diharapkan mampu berpengaruh dalam sifat mekanik campurannya. Dengan prinsip untuk mengikat antar agregat pada paving block tersebut sehingga membentuk ikatan yang lebih baik dari komponen penyusun paving block pada umumnya. Pada penelitian yang akan dilakukan ini bahan paving block yang digunakan adalah agregat kasar ukuran 5 mm yang yang seragam, agregat halus, semen, prosentase kawat bendrat 5 gr, 10 gr dan 15 gr dan prosentase air yang dapat digunakan untuk mencapat mutu beton K-200. Analisis biaya merupakan perkiraan pada saat kita pembuatan sebuah atau beberapa paving block dengan harga yang relatif rendah dengan kualitas baik. Dari hasil pengujian kuat tekan paving beton, trial and error (normal) di dapatkan kuat tekan paving sebesar 17.64 MPa (K-212), maka memenuhi kuat tekan rencana, akan tetapi secara waktu untuk produkasi paving block membutuhkan waktu yang lebih panjang, sehingga tidak menguntungkan. Dicoba dari jobmix di atas, proporsi kebutuhan air di gunakan 30% dari jobmix. Dari trial and error ke dua dengan proporsi air 30% dari jobmix di dapatkan nilai kuat tekan sebesar 16,64 MPa (K-200). Dengan hasil ini jobmix yang digunakan memenuhi syarat dan waktu yang dibutuhkan lebih pendek sehingga dapat digunakan untuk produksi paving. Dari hasil uji tekan paving block yang dilakukan menunjukkan nilai prosentasi penambahan potongan kawat bendrat semakin besar semakin tinggim nilai kuat tekannya, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan potongan kawat bendrat dengan prosentasi yang lebih tinggi dari 15%. Agar diperoleh benda uji yang baik perlu diperhatikan pada saat pengadukan dan pemadatan, karena apabila dalam pemadatan tidak baik, benda uji akan keropos sehingga mempengaruhi hasil uji kuat tekan.
Copyrights © 2021