Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Vol. 8, No. 1, April 2021

Darud Da’wah Wal Irsyad di Barru 1966-1998

Andi Masyithah Rahmah (Program Studi Pendidikan Sejarah FIS UNM)
Najamuddin Najamuddin (Program Studi Pendidikan Sejarah FIS UNM)
Bahri Bahri (Program Studi Pendidikan Sejarah FIS UNM)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang Kondisi Darud Da’wah Wal Irsyad sebelum Orde Baru, serta Perkembangan dan dampak keberadaan DDI pada masa Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DDI merupakan organisasi masyarakat yang bersikap tidak terlibat atau bekerjasama dalam kegiatan partai politik. Namun yang terlibat hanya tokoh DDI dan Ketua Umum PB DDI. DDI mengalami beberapa perkembangan pada tahun 1971 yakni dengan mendirikan pesantren DDI Ulul Addariyah Kabbalangan di Pinrang, ditahun 1992 mendirikan pondok pesantren DDI Al-Ikhlas di Takkalasi. Dan terjadi penyesusaian kurikulim dengan Sekolah Negeri agar pesantren DDI diakui oleh pemerintah. Dampak keberadaan DDI dimasa orde baru yakni, terjadinya aksi protes para santri DDI kepada ketua umum PB DDI dan masyarakat tidak ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren DDI, dan adanya perkembangan dari segi fasilitas pesantren DDI, adanya renovasi gedung yang didapatkan DDI dan perkembangaan pendidikan Agama Islam mendapatkan perhatian dari pemerintah. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan Ilmu Sejarah dengan tahapan: (1) Heuristik, penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang di perolah di perpustakan pesantren Darud Da’wah Wal rsyad di Barru, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Perpustakan Umum Universitas Negeri Makassar, serta buku-buku koleksi pribadi. (2) Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.

Copyrights © 2021