Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis (1) pengaruh kecerdasan emosional auditor terhadap kualitas audit; (2) pengaruh independensi auditor terhadap kualitas audit; (3) pengaruh kecerdasan emosional dan independensi secara simultan terhadap kualitas audit.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis. Populasi penelitian ini adalah akuntan publik di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan responden yang tidak dibatasi oleh jabatan auditor pada KAP (partner, senior, atau junior auditor) sehingga semua auditor yang bekerja di KAP dapat diikutsertakan sebagai responden. Metode pengumpulan data adalah pengiriman kuesioner dengan pos dengan jangka waktu pengembalian 2 minggu. Jumlah kuesioner yang dikirimkan adalah 3 kuesioner untuk tiap-tiap kantor akuntan sehingga total seluruh kuesioner yang terkirim adalah 168 kuesioner. Dari 168 kuesioner yang telah dikirimkan dan yang diterima kembali 87 buah (52%) dan yang dapat dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 75 buah (45%). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas(independent)adalah kecerdasan emosional (X1) dan independensi (X2) sedangkan variabel terikatnya (dependent) adalah kualitas audit (Y). Pengujian statistik yang dilakukan adalah uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesa.Hasil analisis: (1) kecerdasan emosional auditor terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit; (2) independensi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit; dan (3) kecerdasan emosional auditor dan independensi auditor secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kecerdasan emosional auditor dan independensi auditor berpengaruh terhadap kualitas audit.
Copyrights © 2017