Sirsak memiliki biji keras dan tebal sehingga sulit untuk berkecambah. Salah satu upaya untuk mempercepat perkecambahan dapat dilakukan dengan menggunakan asam keras, salah satu diantaranya adalah asam sulfat yang dapat melunakkan permukaan kulit biji yang keras. Hormon tumbuh juga dapat digunakan untuk memecahkan dormansi pada benih, diantaranya adalah hormon Giberellin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama perendaman Giberellin dalam mempercepat pematahan dormansi biji sirsak. Metoda penelitian yang digunakan adalah menanam benih sirsak masing-masing 25 biji sesuai perlakuan. Penelitian ini menggunakan delapan perlakuan yaitu D1, D2, D3, D4, D5, D6, D 7, dan D8. Parameter diukur adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Perlakuan konsentrasi asam sulfat 70%, 80% dan 90% dengan dicelup ataupun direndam Giberellin memberikan potensi tumbuh maksimum 20%. Konsentrasi asam sulfat 80% dan dicelup Giberellin (D4) meningkatkan daya berkecambah 46,67%, indeks vigor 20% , dan kecepatan tumbuh 7,01%.
Copyrights © 2020