Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UJI VIABILITAS DAN VIGORITAS BENIH PADI LOKAL RAMOS ADAPTIF DELI SERDANG DENGAN BERBAGAI TINGKAT DOSIS IRRADIASI SINAR GAMMA DI PERSEMAIAN Sri Utami
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.522 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v18i2.358

Abstract

This research to know the influence of various a dose of irradiasi gamma rays against viabilitas and vigoritas seeds and to knows the difference the growth of seedlings of the paddy resulting from irradiasi gamma rays in the seddbed. The research done on October to December 2011 in Kebun Percobaan the faculty of agriculture UMSU in Jln. Tuar Kelurahan Medan Amplas, Kecamatan Denai, Kotamadya Medan.  The research using random complete non factorials consist of three different levels of  dose  irradiasi (D) ie: D0= 0 Gy (kontrol),  D1= 100 Gy, D2  = 200 Gy, D3= 300 Gy, D4= 400 Gy, D5= 500 Gy. Irradiasi gamma rays on seeds cause a decrease in viabilitas and vigoritas paddy seeds. A dose irradiasi gamma rays 500 Gy cause the lowest of viabilitas and vigoritas seed of all treatment.Keyword: Irradiation gamma rays, doses, viability, vigority, seed.
TEST SOME VARIETY OF PEANUT plant (Arachis hypogaea L.) ON THE GRANT OF ORGANIC FERTILIZER ON FISH Sri Utami; Nursamsi ,; Hengko Posda Ramedi Tondang
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.228 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v19i3.386

Abstract

The purpose of this study to determine the test several varieties of peanut (Arachis hypogaea  L.) against organic fertilizer fish, using a plot design Divided (RPT) which consists of two factors, namely, varieties factor (V) as the main plot that consists of 2 levels : V1 = varieties Elephant, V2 = varieties rabbits and Fish fertilizer factor (I) as a subplot which consists of 4 levels: I0 = Without fertilizer application (control), I1 = 10 tonnes / ha = 1 kg / plot, I2 = 30 ton / ha = 3 kg / plot, I3= 50 tonnes / ha = 5 kg / plot, and one each in repeat three times. The parameters observed among others: plant height (cm), number of branches (branch), number of pods per plant samples (pods), number of pods per plot (pod), seed weight per plant sample (g), seed weight per plot (g ), and the weight of 100 seeds (g). The results showed that the factors giving Variety shows Elephant better varieties of varieties Rabbits of all parameters were observed. As for the factors giving the best Organic Fertilizer Fish on giving I2 = 30 tonnes / ha = 3 kg / plot.Keywords: Variety, Fertilizers Fish, Peanut, Growth, Production
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Bio Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Sri Utami; Mukhtar Iskandar Pinem; Suheriyan Syahputra
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 21, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.901 KB) | DOI: 10.30596/agrium.v21i2.1877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh IAA dan bio urin sapi terhadap pertumbuhan bibit kakao.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA (A) dengan 3 taraf, yaitu A0 (Tanpa perlakuan), A1 (1 g/liter air) dan  A2 (2 g/liter air). Faktor kedua yaitu faktor pemberian Bio urin Sapi (S) dengan 3 taraf, yaitu S0 (Tanpa perlakuan), S1 (100 ml/liter air/polybag) dan S2 (200 ml/liter air/polybag).Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), diameter batang (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Zat Pengatur Tumbuh IAA memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun.Perlakuan terbaik pemberian ZPT IAA adalah 2 g/l air.Pemberian Bio Urin Sapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter luas daun. Perlakuan terbaik pada Bio Urin Sapi adalah 200 ml/l air/polybag. Terdapat  interaksi dari pemberian zat pengatur tumbuh IAA dan Bio Urin Sapi terhadap diameter batang bibit kakao
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.) akibat Aplikasi Pupuk Kandang Ayam dan KCL. Sri Utami; Ronal Putrady Marbun; Suryawaty Suryawaty
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 22, No 1 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v22i1.3104

Abstract

Tujuan penelitian untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang melalui aplikasi pukan  ayam dan KCl. Rancangan yang digunakan adalah Petak Terpisah  dengan dua faktor yaitu pukan ayam sebagai petak utama dengan 3 taraf perlakuan yaitu: A0 = tanpa pemberian pupuk, A1 = 20 ton-ha (1 kg-plot) dan A2 = 40 ton-ha  (2 kg-plot).  Aplikasi KCl sebagai anak petak dengan 3 taraf perlakuan yaitu: K1 = 60 kg-ha (100 g-plot), K2 = 120 kg-ha (200 g-plot), K3 = 180 kg-ha (300 g-plot).  Parameter yang diukur yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi per rumpun tanaman, bobot basah umbi per rumpun dan bobot kering umbi per rumpun. Aplikasi pukan ayam belum  mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang. Aplikasi KCl (60 kg-ha) nyata meningkatkan pertumbuhan jumlah daun bawang  Sabrang. Tidak terdapat interaksi antara pukan ayam dan KCl dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang Sabrang.
Pematahan Dormansi Biji Sirsak dengan Berbagai Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Perendaman Giberelin Sri Utami; Syaiful Bahri Panjaitan; Yasin Musthofhah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v23i1.5658

Abstract

Sirsak memiliki biji keras dan tebal sehingga sulit untuk berkecambah. Salah satu upaya untuk mempercepat perkecambahan dapat dilakukan dengan menggunakan asam keras, salah satu diantaranya adalah asam  sulfat yang dapat melunakkan permukaan kulit biji yang keras. Hormon tumbuh juga dapat digunakan untuk memecahkan dormansi pada benih, diantaranya adalah hormon Giberellin.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama perendaman Giberellin dalam mempercepat pematahan dormansi biji sirsak. Metoda penelitian yang digunakan adalah menanam benih sirsak masing-masing 25 biji sesuai perlakuan. Penelitian ini menggunakan delapan perlakuan yaitu D1, D2, D3, D4, D5, D6, D 7, dan D8.  Parameter diukur adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh.  Perlakuan konsentrasi asam sulfat 70%, 80% dan 90% dengan  dicelup ataupun direndam Giberellin memberikan potensi tumbuh maksimum  20%.  Konsentrasi asam sulfat 80% dan dicelup Giberellin (D4) meningkatkan daya berkecambah 46,67%, indeks vigor 20% , dan kecepatan tumbuh 7,01%.
Aplikasi Trichoderma pada beberapa sumber pupuk kandang dan dosis penggunaan terhadap pertumbuhan dan produksi tomat Dataran rendah (Lycopersicum esculentum Mill.) Andre Giovan; Sri Utami; Asritanarni Munar; Ira Apriyanti
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 3 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i3.5002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi Trichoderma pada beberapa sumber pupuk kandang dan dosis penggunaan terhadap pertumbuhan dan produksi tomat dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lama, Hamparan Perak, Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial tiga ulangan dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah aplikasi Trichoderma dengan pupuk kandang pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, dan pupuk kandang ayam. Faktor kedua adalah dosis pupuk 0, 1.5, dan 3 kg/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi Trichoderma dengan berbagai sumber pupuk kandang memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi tanaman tomat yang diukur. Perlakuan dosis dengan berbagai taraf memberikan pengaruh nyata pada umur mulai berbunga, jumlah buah per tanaman sampel, berat buah per tanaman sampel, produksi buah per plot dan produksi buah per hektar namun tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah bunga dan persentase bunga menjadi buah. Interaksi antara kedua perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi tanaman tomat yang diukur.
Sistem pertanian terpadu tanaman ternak untuk peningkatan produktivitas lahan: A Review Sri Utami; Khairunnisa Rangkuti
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i1.3855

Abstract

Sistem usahatani terpadu tanaman dan ternak merupakan salah satu dari teknologi yang saat ini banyak dikembangkan dalam rangka keberlanjutan sistem produksi dan peningkatan pendapatan petani.  Sistem pertanian terpadu merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, dan kegiatan lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan, sehingga diharapkan dapat berperan sebagai salah satu solusi untuk peningkatan produktivitas lahan, dan konservasi lingkungan. Penerapan integrasi tanaman ternak dalam pemanfaatan sumberdaya lokal melalui penggunaan jerami sebagai pakan ternak dan kotoran sapi sebagai pupuk organik, dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Keterpaduan usahatani ternak dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan ditandai dengan adanya reduksi hasil usaha, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga petani..
PKM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR MENGGUNAKAN KOTORAN SAPI DAN KEONG MAS Sri Utami; Khairunnisa Rangkuti; Wizni Fadhilah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.761-766

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) umumnya bertani padi dan beternak. Kotoran sapi sering menimbulkan masalah karena akan banyak limbah yang tertimbun sehingga perlu untuk dikelola dengan baik, selain itu petani sering menghadapi masalah adanya hama keong mas pada tahap awal penanaman padi sehingga menyebabkan kerusakan yang parah. Upaya untuk mengurangi jumlah keong mas adalah dengan memanfaatkannya sebagai pupuk organik cair. PKM bertujuan untuk membantu petani mengatasi limbah ternak sapi dan keong emas menjadi produk yang bermanfaat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan atau sosialisasi dan pelatihan kepada mitra Kelompok Tani Ula Kisat di Desa Namomirik Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Hasil akhir dari kegiatan PKM ini adalah menjadikan mitra sebagai masyarakat tani mandiri yang mampu memproduksi POC berbahan baku murah dan ekonomis karena bahan tersebut berada disekitar lingkungannya, serta dapat menghemat biaya untuk pembelian pupuk.
PKM BUDIDAYA JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) MENGGUNAKAN MEDIA TONGKOL JAGUNG SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF BAGI PETANI Khairunnisa Rangkuti; Sri Utami; Muhammad Thamrin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.736-742

Abstract

Tingginya produksi jagung didesa Perpanden kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang dikuti dengan banyaknya limbah tongkol jagung yang dihasilkan. Luas panen jagung 226 Ha menghasilkan  produksi 1423,8 ton dengan produktifitas  6,3 ton/Ha dan   limbah tongkol yang dihasilkan rata-rata 1,4 ton/Ha (Programa desa Perpanden, 2020). Pemanfaatan limbah tongkol jagung sangat minim sekali hanya sebagai campuran pakan ternak ataupun dijual dengan harga yang murah. Sebagian besar petani membakar tongkol jagung karena dianggap sebagai sampah dan tidak bernilai. Untuk itu tim PKM Fakultas Pertanian UMSU mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan mitra dengan memanfaatkan ketersediaan limbah tongkol jagung yang banyak sebagai media budidaya jamur merang. Dampak negatif limbah bisa diminimalisir dan dihasilkan produk berupa Jamur merang yang bisa dikonsumsi sebagai pangan alternatif yang bergizi tinggi ataupun bisa dijual baik dalam bentuk produk segar ataupun olahan sehingga menghasilkan tambahan pendapatan petani dan keluarga. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diharapkan menjadi solusi dari persoalan penanganan limbah/sampah tongkol jagung sekaligus pemberdayaan masyarakat petani.
PEMANFAATAN LIMBAH SAWIT SEBAGAI MEDIA JAMUR MERANG PADA MASYARAKAT DESA CELAWAN Gustina Siregar; Desi Novita; Sri Utami
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.926 KB) | DOI: 10.30596/jp.v2i1.1764

Abstract

From the results of the initial survey conducted by the proposing team, the objective to be achieved is to develop an economically independent group of people by providing skills on the cultivation of mushrooms with the media of planting waste oil (empty bunches), providing knowledge about agribusiness opportunities in the future. While the specific targets to be achieved are farmers' groups have the ability to increase productivity of agricultural products, especially mushroom, so it can compete in local and national markets as well as to increase the income of the population per capita. The method to be used is to create demonstration plots and training from teams and resource persons who are experts in the cultivation of mushroom, in order to provide skills to the partners for further monitoring by the proponent team until the partners can develop themselves.At the end of the program the partner has been able to do mushroom cultivation with the production is not optimal (still 30% of the ideal production). It is expected that mushroom cultivation will be carried out by the farmer group continuously with guidance. Skilled farmers make packing and are able to seize opportunities in agribusiness without having to rely on vast land, this is possible because of the demplot as a comparative study for partners.