Penulis tertarik untuk mengkaji penelitian ini yaitu keberadaan Tari Sayak di tengah masyarakat modern saat ini. Dimana sebelumnya Tari Sayak ini sempat hilang selama ±60 tahun lamanya, namun dapat dihidupkan kembali oleh masyarakat setempat. Fokus penelitian adalah bagaimana peran masyarakat dalam pelestarian kesenian Tari Sayak yang sempat hilang cukup lama tersebut. Kesenian Tari Sayak merupakan kesenian masyarakat Desa Air Batu yang merupakan identitas masyarakat setempat dan biasanya ditampilkan dalam acara pernikahan, penyambutan tamu, acara besar dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan emik yang bersifat deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Air Batu Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari peran masyarakat dalam pelestarian kesenian Tari Sayak adalah sebagai koordinator, promotor dan fasilitator. Koordinator adalah tindakan mengkoordinasikan kepada berbagai pihak mengenai upaya pelestarian kesenian Tari Sayak. Promotor yaitu tindakan mempromosikan kesenian Tari Sayak kepada seluruh khalayak agar kesenian Tari Sayak dapat diakui keberadaannya. Fasilitator yaitu suatu tindakan memfasilitasi penyelenggaraan kesenian Tari Sayak
Copyrights © 2020