Abstract: The Covid-19 pandemic has had a major impact on human life. People get sick, lose loved ones, get laid off, lose their incomes, worry about the future, or even suffer the threat of starvation. This tribulation can lead people to existential questions, which for the believer may lead to questions about the goodness and the care of God. However, instead of dwelling on why all of this has to be experienced, it seems more urgent to answer the question of what we should do as well as why we should do it. In the case of global pandemic, solidarity is an important word that has been called out by many figures from various backgrounds. Solidarity in the perspective of Pope Francis departs from a Christological vision which becomes a solid basis for human solidarity and conversion. This paper seeks to explore this theological vision, which is likely to be a valuable contribution to theological discourse as well as ethical and pastoral choices in the midst of difficult times. Abstrak: Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang besar bagi kehidupan umat manusia. Orang jatuh sakit, kehilangan orang yang dikasihi, terkena pemutusan kerja, kehilangan penghasilan, cemas akan hari depan, bahkan mengalami ancaman kelaparan. Berbagai kesukaran yang besar ini dapat membawa orang pada pertanyaan-pertanyaan eksistensial, yang bagi orang beriman bisa jadi mengarah para pertanyaan mengenai kebaikan dan kepeduliaan Allah. Akan tetapi, alih-alih berkutat pada pertanyaan mengapa semua ini harus dialami, tampaknya lebih urgen untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang seharusnya dilakukan, juga mengapa kita harus melakukannya. Dalam hal ini, solidaritas menjadi kata penting yang telah diserukan oleh berbagai pihak dari beragam latar belakang. Solidaritas dalam perspektif Paus Fransiskus beranjak dari visi Kristologis yang menjadi dasar yang kuat bagi pertobatan dan solidaritas antarmanusia. Tulisan ini berupaya mengeksplorasi visi teologis tersebut, yang kiranya menjadi sumbangan berharga bagi pemaknaan teologis sekaligus pilihan etis dan pastoral di tengah masa yang sulit.
Copyrights © 2021